Menu

Mode Gelap
Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal Bambang Susilo Dorong Pati Belajar dari Daerah Lain dalam Menyusun Regulasi CSR

Advertorial

Banjir Jalan Guyangan–Glonggong Jadi Sorotan Musrenbangcam, DPRD Pati Minta Penanganan Serius

badge-check


					Banjir Jalan Guyangan–Glonggong Jadi Sorotan Musrenbangcam, DPRD Pati Minta Penanganan Serius Perbesar

PATI, umbara.co.id – Banjir yang kerap terjadi di ruas Jalan Guyangan–Glonggong, Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, kembali menjadi sorotan dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan tingkat kecamatan (Musrenbangcam). Persoalan ini dinilai sebagai masalah tahunan yang hingga kini belum mendapatkan penanganan maksimal.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pati, Kastomo, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, banjir yang terjadi setiap musim hujan disebabkan oleh luapan Sungai Silugonggo yang menggenangi badan jalan hingga permukiman warga di sekitarnya.

Akibatnya, arus lalu lintas di ruas tersebut kerap lumpuh total. Warga pun terisolasi karena kendaraan tidak dapat melintas, sementara aktivitas masyarakat sehari-hari terpaksa terhenti.

“Ketika sungai meluap, air langsung membanjiri badan jalan hingga ke rumah-rumah warga. Kondisi ini tentu sangat mengganggu mobilitas masyarakat,” ujar Kastomo.

Ia menilai persoalan banjir di kawasan tersebut bukan sekadar kejadian insidental, melainkan pola tahunan yang membutuhkan penanganan serius dan terencana dari pemerintah daerah.

Ruas jalan Guyangan–Glonggong sendiri merupakan akses penting bagi masyarakat Kecamatan Jakenan. Saat jalan terendam banjir, kendaraan tidak dapat melintas, anak-anak sekolah tertahan, dan distribusi kebutuhan pokok ikut terganggu.

Selain merendam jalan, genangan air juga kerap masuk ke rumah warga di sekitar lokasi, sehingga menambah beban masyarakat yang harus menghadapi dampak banjir setiap tahunnya.

Kastomo menegaskan bahwa solusi atas persoalan tersebut harus melibatkan sinergi lintas sektor. Beberapa langkah yang dinilai perlu dilakukan antara lain perbaikan sistem drainase, normalisasi Sungai Silugonggo, penguatan tanggul, hingga peninggian badan jalan di ruas Guyangan–Glonggong.

Menurutnya, tanpa upaya penanganan yang komprehensif, banjir di kawasan tersebut akan terus berulang setiap musim hujan.

Warga pun berharap aspirasi yang disampaikan melalui forum Musrenbangcam dapat didengar hingga tingkat kabupaten. Kastomo juga mendesak agar penanganan banjir di wilayah Jakenan yang terjadi setiap tahun tersebut dapat masuk dalam prioritas pembangunan daerah.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS

15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal

15 Juni 2026 - 20:48 WIB

Trending di Advertorial