PATI, umbara.co.id – Banjir yang kerap terjadi di ruas Jalan Guyangan–Glonggong, Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan, kembali menjadi sorotan dalam forum musyawarah perencanaan pembangunan tingkat kecamatan (Musrenbangcam). Persoalan ini dinilai sebagai masalah tahunan yang hingga kini belum mendapatkan penanganan maksimal.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pati, Kastomo, mengaku prihatin dengan kondisi tersebut. Menurutnya, banjir yang terjadi setiap musim hujan disebabkan oleh luapan Sungai Silugonggo yang menggenangi badan jalan hingga permukiman warga di sekitarnya.

Akibatnya, arus lalu lintas di ruas tersebut kerap lumpuh total. Warga pun terisolasi karena kendaraan tidak dapat melintas, sementara aktivitas masyarakat sehari-hari terpaksa terhenti.
“Ketika sungai meluap, air langsung membanjiri badan jalan hingga ke rumah-rumah warga. Kondisi ini tentu sangat mengganggu mobilitas masyarakat,” ujar Kastomo.
Ia menilai persoalan banjir di kawasan tersebut bukan sekadar kejadian insidental, melainkan pola tahunan yang membutuhkan penanganan serius dan terencana dari pemerintah daerah.
Ruas jalan Guyangan–Glonggong sendiri merupakan akses penting bagi masyarakat Kecamatan Jakenan. Saat jalan terendam banjir, kendaraan tidak dapat melintas, anak-anak sekolah tertahan, dan distribusi kebutuhan pokok ikut terganggu.
Selain merendam jalan, genangan air juga kerap masuk ke rumah warga di sekitar lokasi, sehingga menambah beban masyarakat yang harus menghadapi dampak banjir setiap tahunnya.
Kastomo menegaskan bahwa solusi atas persoalan tersebut harus melibatkan sinergi lintas sektor. Beberapa langkah yang dinilai perlu dilakukan antara lain perbaikan sistem drainase, normalisasi Sungai Silugonggo, penguatan tanggul, hingga peninggian badan jalan di ruas Guyangan–Glonggong.
Menurutnya, tanpa upaya penanganan yang komprehensif, banjir di kawasan tersebut akan terus berulang setiap musim hujan.
Warga pun berharap aspirasi yang disampaikan melalui forum Musrenbangcam dapat didengar hingga tingkat kabupaten. Kastomo juga mendesak agar penanganan banjir di wilayah Jakenan yang terjadi setiap tahun tersebut dapat masuk dalam prioritas pembangunan daerah.
(ADV)














