PATI, umbara.co.id – Pemerintah Kabupaten Pati terus mencari celah untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), salah satunya melalui sektor perikanan. Hal ini mengemuka dalam Forum Perangkat Daerah yang membahas rencana kerja tahun 2027, Jumat (13/3/2026).
Dorongan peningkatan PAD tersebut dilatarbelakangi oleh menurunnya kontribusi sektor perikanan dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu penyebab utamanya adalah perubahan kewenangan pengelolaan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Juwana yang kini berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin gegabah dalam mencari sumber pendapatan baru. Menurutnya, setiap kebijakan yang berkaitan dengan penarikan potensi PAD harus memiliki dasar hukum yang kuat.
Ia menyebut, peluang peningkatan pendapatan sebenarnya masih terbuka, seperti dari sektor perikanan tangkap maupun komoditas garam. Namun, langkah tersebut perlu melalui kajian mendalam agar tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat.
“Potensi itu ada, tetapi tidak bisa langsung diterapkan. Harus dikaji dulu supaya tidak membebani nelayan maupun pelaku usaha,” jelasnya.
Muslihan juga menambahkan bahwa koordinasi dengan pemerintah pusat menjadi langkah penting sebelum kebijakan tersebut dijalankan. Hal ini untuk memastikan tidak ada aturan yang dilanggar serta menjaga keberlangsungan aktivitas ekonomi di sektor perikanan.
Komisi B, lanjutnya, pada prinsipnya mendukung berbagai inovasi dalam meningkatkan pendapatan daerah, selama tetap berpihak pada masyarakat dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.
(ADV)














