Menu ✖

Mode Gelap
Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027 Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

Advertorial

Potensi Garam Pati Dinilai Bisa Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Pesisir

badge-check


					Potensi Garam Pati Dinilai Bisa Jadi Penggerak Ekonomi Masyarakat Pesisir Perbesar

PATI, umbara.co.id – Kabupaten Pati memiliki potensi besar dalam pengembangan produksi garam. Jika dikelola dan didukung secara optimal, sektor ini dinilai mampu menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat di wilayah pesisir.

Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Golkar, Nanda Yahya, mengatakan produksi garam telah menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat di sejumlah wilayah.

Sebagai wakil rakyat yang berasal dari Kecamatan Batangan, Nanda melihat sektor garam perlu mendapat perhatian lebih serius. Batangan sendiri merupakan salah satu wilayah yang selama ini dikenal sebagai sentra produksi garam di Kabupaten Pati.

“Garam merupakan salah satu potensi ekonomi masyarakat pesisir yang harus terus dikembangkan. Di Batangan sendiri, banyak masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor ini,” ujarnya.

Menurut Nanda, sentra produksi garam di Pati tersebar di empat kecamatan, yaitu Batangan, Juwana, Wedarijaksa, dan Trangkil. Kawasan tersebut mencakup sekitar 21 desa yang memiliki aktivitas produksi garam.

Ia menilai keberadaan sentra-sentra tersebut menjadi modal penting dalam membangun perekonomian berbasis potensi lokal. Karena itu, pengembangan garam tidak seharusnya hanya berorientasi pada peningkatan hasil produksi.

Nanda menekankan, perputaran ekonomi dari sektor garam juga melibatkan banyak pihak, mulai dari tenaga kerja, jasa pengangkutan hingga aktivitas perdagangan.

“Kalau sektor garam berkembang, yang bergerak bukan hanya petaninya. Ada tenaga kerja, pengangkutan, perdagangan dan kegiatan ekonomi lainnya yang ikut mendapatkan manfaat,” jelasnya.

Untuk memperkuat sektor tersebut, ia mendorong pemerintah daerah memberikan dukungan secara menyeluruh. Beberapa kebutuhan yang dinilai penting antara lain sarana produksi, akses menuju tambak, saluran air, hingga fasilitas penyimpanan hasil garam.

Menurutnya, dukungan infrastruktur dan fasilitas penunjang akan membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat nilai jual hasil produksi.

Nanda berharap pengembangan sentra garam dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat. Dengan demikian, potensi garam yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat pesisir dapat berkembang menjadi sektor ekonomi yang semakin kuat.

“Potensi yang sudah ada jangan dibiarkan berjalan sendiri. Pemerintah perlu memberikan dukungan agar produktivitas dan nilai ekonomi garam Pati semakin tinggi,” tandasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027

2 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa

2 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh

2 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan

2 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Trending di Advertorial