PATI, umbara.co.id – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 diharapkan tidak hanya diisi dengan kegiatan seremonial. Gagasan menjadikan bibit tanaman sebagai bentuk ucapan dalam momentum hari jadi dinilai dapat berkembang menjadi gerakan penghijauan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat.
Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PPP, Yassin Shodiq, menyambut baik gagasan tersebut. Ia menilai gerakan penghijauan akan memberikan dampak lebih besar apabila dilakukan secara bersama-sama, bukan hanya mengandalkan pemerintah daerah.
Menurut Yassin, organisasi perangkat daerah (OPD), perusahaan, sekolah, pemerintah desa hingga masyarakat umum dapat mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar pengumpulan, penanaman, hingga perawatan bibit dapat berjalan berkelanjutan.
“Ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah. Kalau ingin gerakan penghijauan ini memberikan dampak yang luas, maka perlu kolaborasi semua pihak. OPD, perusahaan, sekolah, pemerintah desa dan masyarakat bisa bersama-sama menyumbangkan maupun menanam bibit,” kata Yassin.
Ia menyebut keterlibatan sektor usaha juga dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan di Kabupaten Pati. Sementara lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai ruang edukasi untuk membangun kesadaran generasi muda mengenai pentingnya menjaga lingkungan.
Yassin menilai pembagian peran antarpihak dapat membuat gerakan tersebut lebih mudah dijalankan. Sebagian pihak dapat berkontribusi menyediakan bibit, sementara pihak lain menyiapkan lahan maupun memastikan tanaman mendapatkan perawatan.
“Setiap pihak bisa mengambil peran sesuai kemampuannya. Ada yang menyediakan bibit, ada yang menyiapkan lahan, dan ada yang merawat. Kalau dilakukan bersama, gerakan ini akan jauh lebih besar manfaatnya,” ujarnya.
Ia berharap momentum Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 dapat menjadi titik awal gerakan penghijauan yang lebih luas dan berkelanjutan. Menurutnya, penggunaan bibit tanaman sebagai bentuk ucapan hari jadi sebaiknya tidak dipandang sebatas pengganti karangan bunga.
“Jangan melihat bibit pohon ini hanya sebagai pengganti karangan bunga. Kita harus melihatnya sebagai ajakan untuk membangun budaya peduli lingkungan. Kalau semakin banyak pihak terlibat, Pati akan semakin hijau dan lingkungan kita juga semakin terjaga,” tandasnya.
(ADV)














