PATI, umbara.co.id – Rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 menjadi ruang refleksi untuk melihat kembali perjalanan daerah sekaligus meneguhkan semangat bersama dalam melanjutkan pembangunan.
Hal tersebut disampaikan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Pati, Bambang Susilo, usai mengikuti ziarah ke makam Mbah Tombronegoro. Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar tradisi untuk mengenang tokoh pendahulu, tetapi juga menjadi pengingat mengenai nilai perjuangan yang melandasi perjalanan Kabupaten Pati.
Bambang mengatakan, pembangunan Pati yang berlangsung hingga saat ini tidak terlepas dari peran dan perjuangan generasi terdahulu. Semangat tersebut dinilai perlu terus dijaga agar menjadi pijakan bagi generasi sekarang dalam menjalankan tanggung jawabnya.
“Ziarah ke makam Mbah Tombronegoro mengingatkan kita bahwa Kabupaten Pati dibangun melalui perjuangan para pendahulu. Semangat itu harus terus kita jaga dan menjadi motivasi bagi kita yang saat ini mendapat amanah untuk melanjutkan pembangunan,” ujar Bambang.
Politikus PKB itu menilai tantangan pembangunan daerah semakin kompleks sehingga tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur menjadi kunci agar program pembangunan dapat berjalan lebih efektif.
Ia mendorong komunikasi dan koordinasi antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda hingga masyarakat terus diperkuat. Dengan hubungan yang harmonis, berbagai persoalan daerah dinilai lebih mudah dibahas dan dicarikan jalan keluarnya.
“Yang harus kita kuatkan adalah kebersamaan dan komunikasi. Pemerintah daerah dan DPRD harus berjalan seiring, kemudian didukung Forkopimda dan masyarakat. Dengan sinergi yang baik, pembangunan akan lebih terarah dan manfaatnya bisa semakin dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Bambang berharap momentum Hari Jadi Pati ke-703 tidak hanya menjadi perayaan sejarah, tetapi juga menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk memperkuat kolaborasi demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.
(ADV)














