Menu ✖

Mode Gelap
Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB) Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja

Advertorial

Peternak Keluhkan Serapan Ayam untuk MBG, Ali Badrudin Minta Ada Kepastian Pasar

badge-check


					Peternak Keluhkan Serapan Ayam untuk MBG, Ali Badrudin Minta Ada Kepastian Pasar Perbesar

PATI — Persoalan penyerapan hasil produksi menjadi perhatian Asosiasi Peternak Ayam Pati dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para peternak berharap kebutuhan bahan pangan untuk dapur MBG dapat lebih banyak dipenuhi dari produksi ayam lokal.

Aspirasi tersebut diterima Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin. Ia menilai keluhan peternak perlu mendapatkan perhatian karena menyangkut keberlangsungan usaha masyarakat yang bergerak di sektor peternakan.

Ali mengatakan, peternak pada dasarnya membutuhkan kepastian mengenai pasar untuk hasil produksi mereka. Dengan adanya pasar yang jelas, peternak dapat lebih mudah mengatur jumlah produksi dan keberlangsungan usaha.

“Peternak itu tentu membutuhkan kepastian penyerapan. Mereka harus tahu hasil produksinya akan dibawa ke mana dan siapa yang akan menyerap. Ini penting supaya kegiatan usaha mereka bisa terus berjalan,” ujar Ali.

Menurutnya, program MBG yang memiliki kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar seharusnya dapat menjadi salah satu pasar bagi produk peternakan masyarakat Pati.

Namun, ia mengakui perlu ada penyesuaian antara kapasitas produksi peternak dengan kebutuhan masing-masing dapur MBG. Karena itu, persoalan tersebut tidak cukup hanya dilihat dari sisi keinginan meningkatkan serapan, tetapi juga harus dibarengi perencanaan yang matang.

“Harus ada perhitungan yang jelas. Berapa kebutuhan setiap dapur, berapa kemampuan peternak memasok, kemudian bagaimana sistem pengadaannya. Kalau semuanya jelas, penyerapan bisa dilakukan secara lebih terukur,” terang Ali.

Ia juga meminta agar aspirasi dari peternak tidak berhenti sebagai keluhan, melainkan menjadi bahan pembahasan bersama pihak yang memiliki kewenangan dalam pelaksanaan program MBG.

Ali menilai sinergi antara pemerintah, pengelola dapur MBG dan pelaku usaha lokal sangat diperlukan agar program tersebut memberikan efek ekonomi yang lebih luas.

“Ini bukan persoalan peternak saja. Kalau produksi lokal terserap, dampaknya juga kembali kepada masyarakat Pati karena uang yang berputar tetap berada di daerah,” katanya.

Ia menambahkan, DPRD Pati akan mengakomodir aspirasi tersebut dan berupaya menyampaikannya kepada pihak terkait. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka ruang pembahasan mengenai optimalisasi produk peternakan lokal dalam rantai pasok MBG.

“Kami akan terus mengawal aspirasi ini sesuai kewenangan DPRD. Harapannya ada solusi konkret, sehingga peternak mendapatkan pasar yang lebih pasti dan program MBG juga bisa semakin memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat Pati,” tandas Ali.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan

2 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat

30 September 2026 - 21:12 WIB

KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)

30 September 2026 - 19:53 WIB

Trending di Berita