Menu ✖

Mode Gelap
Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB) Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Wakil Ketua DPRD Dorong Investasi Rp12,6 Triliun Perkuat Infrastruktur Penunjang Ekonomi Pati

Advertorial

Mandat Sudaryono Jadi Penguat Pengawalan MBG di Pati, Hardi: Jangan Berhenti pada Seremoni

badge-check


					Mandat Sudaryono Jadi Penguat Pengawalan MBG di Pati, Hardi: Jangan Berhenti pada Seremoni Perbesar

PATI, umbara.co.id — Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati dinilai membutuhkan pengawalan yang konsisten agar tujuan program benar-benar dirasakan masyarakat. Wakil Ketua I DPRD Pati, Hardi, menyebut dirinya mendapat mandat dari Sudaryono untuk ikut memastikan pelaksanaan program tersebut berjalan sebagaimana mestinya.

Mandat tersebut menjadi salah satu dasar bagi Hardi untuk ikut memberikan perhatian terhadap berbagai persoalan yang muncul dalam pelaksanaan MBG di Pati. Baginya, program pemenuhan gizi tidak cukup hanya dilihat dari tersalurkannya makanan kepada penerima manfaat.

“Saya mendapat mandat untuk ikut mengawal program ini di Pati. Karena itu, saya ingin memastikan pelaksanaannya benar-benar berjalan, bukan hanya secara administratif, tetapi juga memberikan manfaat yang bisa dirasakan,” kata Hardi.

Ia menilai keberadaan program MBG membawa tanggung jawab besar karena menyangkut kebutuhan gizi anak-anak. Setiap proses, mulai dari penyediaan bahan pangan hingga makanan sampai kepada penerima, menurutnya perlu mendapatkan perhatian.

Hardi juga membuka ruang agar berbagai masukan dari masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi. Keluhan yang muncul, kata dia, semestinya tidak dipandang sebagai hambatan, melainkan sebagai bahan untuk memperbaiki pelaksanaan program.

“Kalau ada kekurangan, jangan ditutup-tutupi. Justru harus menjadi bahan evaluasi supaya kualitas pelaksanaan MBG di Pati semakin baik,” ujarnya.

Menurutnya, pengawalan lintas pihak diperlukan agar program nasional tersebut memiliki dampak yang lebih besar. DPRD, SPPG, pemerintah daerah maupun pihak terkait lainnya memiliki peran masing-masing untuk memastikan tujuan pemenuhan gizi dapat tercapai.

Hardi berharap pelaksanaan MBG di Kabupaten Pati ke depan semakin tertata. Ia ingin program tersebut benar-benar menjadi investasi bagi kualitas generasi muda, bukan sekadar agenda penyaluran makanan.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat

30 September 2026 - 21:12 WIB

KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)

30 September 2026 - 19:53 WIB

Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja

30 September 2026 - 15:51 WIB

Trending di Advertorial