Menu ✖

Mode Gelap
Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB) Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Wakil Ketua DPRD Dorong Investasi Rp12,6 Triliun Perkuat Infrastruktur Penunjang Ekonomi Pati

Advertorial

Turnamen Esports Dinilai Jadi Pintu Awal Bangun Pembinaan Atlet Pati

badge-check


					Turnamen Esports Dinilai Jadi Pintu Awal Bangun Pembinaan Atlet Pati Perbesar

PATI, umbara.co.id — Perkembangan esports di Kabupaten Pati dinilai membutuhkan lebih dari sekadar penyelenggaraan turnamen. Agar mampu menjadi bidang prestasi yang berkelanjutan, diperlukan ekosistem yang mendukung mulai dari pemain, pelatih, komunitas, kompetisi, hingga sarana latihan.

Wakil Ketua II DPRD Pati dari Fraksi PKB, Bambang Susilo, mengatakan Pati Esports Tournament 2026 dapat menjadi salah satu langkah awal untuk memperkuat perkembangan olahraga digital di daerah.

Menurutnya, kompetisi memiliki fungsi penting untuk mempertemukan para pemain sekaligus melihat kemampuan dan potensi yang dimiliki. Namun, pembinaan tidak seharusnya berhenti ketika pertandingan telah selesai.

“Kalau esports ingin berkembang secara serius, yang dibangun bukan hanya pemainnya. Harus ada pelatih, komunitas, kompetisi yang berkelanjutan, fasilitas latihan, dan pola pembinaan yang jelas,” ujarnya.

Bambang menilai keberadaan ekosistem yang lengkap akan memberikan jalur perkembangan yang lebih terarah bagi pemain muda. Mereka dapat memperoleh kesempatan berlatih, mengikuti pertandingan, melakukan evaluasi, hingga meningkatkan kemampuan secara bertahap.

Selain itu, komunitas dinilai memiliki peran penting sebagai ruang bertukar pengalaman bagi para pemain. Keberadaan komunitas yang aktif juga dapat membantu menciptakan lingkungan kompetitif yang sehat sekaligus menjadi tempat menemukan talenta baru.

“Turnamen ini bisa menjadi pintu masuk untuk melihat potensi pemain. Tetapi setelah kompetisi selesai, harus ada langkah lanjutan. Pemain yang memiliki kemampuan dan potensi perlu diberi ruang untuk terus berkembang,” katanya.

Bambang berharap pemerintah daerah dapat membangun komunikasi bersama komunitas, pelatih, penyelenggara kompetisi, serta pihak lain yang memiliki kepedulian terhadap perkembangan esports.

Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar pembinaan tidak berjalan secara sporadis. Dengan sistem yang lebih terstruktur, potensi generasi muda Pati di bidang esports dapat diarahkan menuju prestasi yang lebih tinggi.

Ia berharap geliat esports yang semakin berkembang tidak hanya menjadi tren sesaat. Melalui pembinaan dan dukungan yang konsisten, esports diharapkan dapat menjadi salah satu wadah prestasi baru bagi generasi muda Kabupaten Pati.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat

30 September 2026 - 21:12 WIB

KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)

30 September 2026 - 19:53 WIB

Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja

30 September 2026 - 15:51 WIB

Trending di Advertorial