PATI, umbara.co.id – Penguatan budaya literasi dinilai perlu dimulai dari lingkungan yang paling dekat dengan masyarakat. Keberadaan perpustakaan desa menjadi salah satu sarana strategis untuk membiasakan warga mengakses buku dan berbagai sumber pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari.
Anggota Komisi A DPRD Pati dari Fraksi Gerindra, Adam Maulana, mengatakan gerakan literasi tidak cukup hanya dilakukan melalui kegiatan yang bersifat seremonial. Menurutnya, masyarakat membutuhkan ruang yang dapat digunakan secara rutin untuk membaca, belajar dan memperoleh informasi.
“Literasi jangan hanya ramai ketika ada kegiatan atau festival. Yang lebih penting adalah bagaimana kebiasaan membaca itu bisa tumbuh dalam keseharian masyarakat. Perpustakaan desa bisa menjadi salah satu tempat untuk membangun kebiasaan tersebut,” ujar Adam.
Ia menilai desa memiliki posisi penting dalam memperluas budaya membaca karena perpustakaan dapat ditempatkan lebih dekat dengan kehidupan warga. Dengan akses yang mudah, masyarakat dari berbagai kelompok usia memiliki kesempatan lebih besar untuk memanfaatkan koleksi yang tersedia.
Adam juga mengapresiasi gerakan donasi buku yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Pati. Menurutnya, penambahan koleksi merupakan bagian penting untuk membuat perpustakaan desa lebih menarik dan mampu memenuhi kebutuhan bacaan masyarakat.
Namun, ia menekankan bahwa keberadaan buku harus diikuti dengan aktivitas yang membuat perpustakaan benar-benar digunakan. Pengelola perlu menghadirkan kegiatan yang sesuai dengan karakter masyarakat setempat agar perpustakaan tidak menjadi ruang yang sepi.
“Buku sudah tersedia, kemudian harus ada yang mengelola dan ada kegiatan yang mengajak masyarakat datang. Kalau itu berjalan, perpustakaan bisa menjadi pusat pembelajaran masyarakat di tingkat desa,” jelasnya.
Gerakan donasi buku tersebut telah dituangkan dalam Surat Edaran Bupati Pati Nomor 000.4/18/2026 tentang Gerakan Donasi Buku dalam rangka mendukung pendirian dan pengembangan perpustakaan desa.
Dinas Arsip dan Perpustakaan Kabupaten Pati mencatat sekitar 2.000 buku telah terkumpul dari program tersebut. Koleksi itu nantinya menjadi bagian dari pembentukan embrio perpustakaan desa.
Adam berharap pengembangan perpustakaan dapat dilakukan secara konsisten dan tidak berhenti setelah kegiatan donasi selesai. Menurutnya, budaya literasi membutuhkan proses yang panjang sehingga perlu dibangun melalui kebiasaan yang terus dilakukan masyarakat.
“Kalau masyarakat sudah terbiasa datang ke perpustakaan, membaca dan mencari informasi, itu akan menjadi modal penting bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia di desa. Jadi budaya literasi memang harus dibangun dari bawah dan dilakukan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
(ADV)














