Menu ✖

Mode Gelap
Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB) Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Wakil Ketua DPRD Dorong Investasi Rp12,6 Triliun Perkuat Infrastruktur Penunjang Ekonomi Pati

Advertorial

Tak Sekadar Buka Sampai Sore, DPRD Minta Puskesmas Pastikan Warga Mudah Berobat

badge-check


					Tak Sekadar Buka Sampai Sore, DPRD Minta Puskesmas Pastikan Warga Mudah Berobat Perbesar

PATI, umbara.co.id — Persoalan akses kesehatan masyarakat tidak selalu berkaitan dengan ada atau tidaknya fasilitas. Bagi Anggota Komisi D DPRD Kabupaten Pati dari Partai NasDem, Didin Syafrudin, persoalan waktu pelayanan juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.

Menurut Didin, tidak semua masyarakat memiliki kesempatan mendatangi Puskesmas pada jam kerja reguler. Sebagian warga harus bekerja sejak pagi, sehingga keberadaan layanan yang lebih fleksibel dapat memberikan pilihan bagi mereka ketika membutuhkan pemeriksaan kesehatan.

“Pelayanan kesehatan harus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Jangan sampai warga sebenarnya ingin berobat, tetapi terkendala karena waktunya bersamaan dengan jam kerja atau aktivitas lainnya,” ujar Didin.

Ia mengapresiasi adanya upaya memperpanjang pelayanan Puskesmas hingga sore. Namun, menurutnya, kebijakan tersebut perlu dilihat sebagai bagian dari upaya memperluas akses, bukan sekadar perubahan jam operasional.

Didin menilai pelayanan yang lebih panjang akan memiliki arti apabila benar-benar diikuti kesiapan tenaga kesehatan, sarana pendukung, serta sistem pelayanan yang tetap berjalan dengan baik.

“Yang paling penting bukan sekadar berapa jam Puskesmas buka. Masyarakat harus benar-benar bisa mendapatkan pelayanan ketika datang. Jangan sampai jamnya panjang, tetapi akses terhadap layanan yang dibutuhkan justru terbatas,” katanya.

Menurutnya, pemerintah daerah juga perlu melakukan evaluasi secara berkala untuk melihat pola kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah. Karakteristik warga di perkotaan dan desa, termasuk aktivitas ekonomi mereka, tentu tidak selalu sama.

Fleksibilitas pelayanan, lanjut Didin, juga dapat mendorong masyarakat lebih peduli terhadap kondisi kesehatan. Warga tidak perlu menunggu penyakit semakin parah hanya karena kesulitan mencari waktu untuk datang ke fasilitas kesehatan.

“Kalau aksesnya mudah, masyarakat akan lebih terdorong untuk memeriksakan diri lebih awal. Ini penting karena prinsip pelayanan kesehatan seharusnya bukan hanya mengobati, tetapi juga mencegah,” ungkapnya.

Didin berharap penguatan jam pelayanan Puskesmas dapat terus dievaluasi dan dikembangkan. Ia ingin masyarakat memiliki keyakinan bahwa fasilitas kesehatan pemerintah dapat diakses ketika mereka benar-benar membutuhkannya.

“Target akhirnya tentu pelayanan yang semakin mudah, cepat dan responsif. Masyarakat jangan sampai merasa kesulitan hanya karena persoalan waktu,” pungkasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat

30 September 2026 - 21:12 WIB

KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)

30 September 2026 - 19:53 WIB

Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja

30 September 2026 - 15:51 WIB

Trending di Advertorial