PATI, umbara.co.id — Revitalisasi SD Sundoluhur, Kecamatan Kayen, diharapkan mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang. Setelah pembangunan rampung, pemeliharaan fasilitas sekolah dinilai menjadi bagian penting agar hasil revitalisasi tetap terjaga dan dapat digunakan secara optimal.
Anggota Komisi D DPRD Pati dari Fraksi PKS, Sutrisno, mengatakan fasilitas pendidikan yang dibangun menggunakan anggaran negara harus diimbangi dengan komitmen untuk menjaga kondisi bangunan setelah proyek selesai.
Hal itu disampaikannya setelah Komisi D melakukan peninjauan terhadap progres revitalisasi SD Sundoluhur yang mendapatkan dukungan anggaran melalui APBN 2025.
Menurut Sutrisno, tanggung jawab terhadap fasilitas sekolah tidak berakhir ketika pekerjaan konstruksi dinyatakan selesai. Pihak sekolah juga memiliki peran penting dalam memastikan sarana yang telah dibangun tetap terawat.
“Setelah pembangunan selesai nanti, tanggung jawab tidak berhenti di kontraktor. Sekolah juga punya tanggung jawab untuk merawat fasilitas supaya manfaatnya bisa dirasakan dalam waktu yang panjang,” kata Sutrisno.
Ia menilai pemeliharaan secara rutin dapat mencegah kerusakan lebih awal. Karena itu, sekolah perlu memiliki sistem perawatan yang jelas, termasuk melakukan pemeriksaan berkala terhadap bangunan dan fasilitas yang digunakan siswa.
“Anggaran yang dikeluarkan untuk revitalisasi ini tentu tidak sedikit. Karena itu, hasil pembangunannya harus dijaga. Jangan sampai beberapa tahun kemudian kondisinya kembali membutuhkan perbaikan besar,” ungkapnya.
Sutrisno menambahkan, keberadaan sarana pendidikan yang layak merupakan salah satu bagian penting dalam mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Fasilitas yang terjaga akan memberikan lingkungan yang lebih nyaman bagi siswa sekaligus membantu guru menjalankan kegiatan pendidikan.
“Pada akhirnya yang kita kejar adalah kualitas pendidikan. Sarana yang baik harus bisa menjadi penunjang agar anak-anak belajar dengan lebih nyaman dan sekolah bisa berkembang,” pungkasnya.
(ADV)














