Menu ✖

Mode Gelap
Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB) Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Wakil Ketua DPRD Dorong Investasi Rp12,6 Triliun Perkuat Infrastruktur Penunjang Ekonomi Pati

Advertorial

Air Terbatas, Petani Pati Andalkan Tembakau Saat Musim Kemarau

badge-check


					Air Terbatas, Petani Pati Andalkan Tembakau Saat Musim Kemarau Perbesar

PATI, umbara.co.id — Datangnya musim kemarau membuat sejumlah petani di wilayah selatan dan timur Kabupaten Pati menyesuaikan pola tanam. Keterbatasan air menyebabkan tanaman padi sulit dibudidayakan, sehingga tembakau menjadi salah satu komoditas yang dipilih petani.

Anggota DPRD Kabupaten Pati, Kastomo, mengatakan peralihan dari padi ke tembakau cukup banyak dilakukan petani di Kecamatan Winong, Jakenan, Pucakwangi, dan Batangan.

Menurutnya, keputusan tersebut merupakan bentuk adaptasi petani terhadap kondisi lahan yang mengalami kekurangan pasokan air selama musim kemarau.

“Ketika kemarau, banyak petani beralih menanam tembakau karena padi tidak bisa tumbuh secara optimal akibat keterbatasan air,” ujarnya.

Kastomo menyebut pola tersebut telah dilakukan sebagian petani secara berulang setiap memasuki musim kemarau. Tembakau dinilai menjadi salah satu pilihan karena relatif sesuai dengan kondisi lahan yang lebih kering dan masih mempunyai prospek ekonomi.

Meski demikian, ia menilai peralihan komoditas perlu diikuti dukungan dari pemerintah. Petani harus mendapatkan pengetahuan dan pendampingan agar perubahan pola tanam tidak justru menimbulkan risiko baru.

“Petani perlu mendapat pendampingan agar hasilnya optimal. Bukan sekadar mengganti tanaman, tetapi juga harus memahami teknik budidaya yang sesuai dengan komoditas yang dipilih,” katanya.

Selain pendampingan, Kastomo meminta Dinas Pertanian melakukan pendataan terhadap lahan yang setiap musim kemarau mengalami perubahan komoditas dari padi menjadi tembakau.

Data tersebut, menurutnya, diperlukan untuk mengetahui dampak kekeringan terhadap sektor pertanian sekaligus menentukan bentuk intervensi pemerintah yang lebih tepat.

“Pendataan penting untuk mengetahui seberapa luas dampak kemarau terhadap pertanian. Dari sana pemerintah bisa menyusun program bantuan dan perlindungan yang lebih sesuai dengan kebutuhan petani,” pungkasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat

30 September 2026 - 21:12 WIB

KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)

30 September 2026 - 19:53 WIB

Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja

30 September 2026 - 15:51 WIB

Trending di Advertorial