PATI, umbara.co.id — Dugaan kekerasan seksual terhadap santriwati di lingkungan pondok pesantren di Kabupaten Pati kembali menjadi perhatian. Kasus yang mencuat di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kecamatan Tlogowungu, dan kasus di salah satu pondok pesantren Desa Talun, Kecamatan Kayen, menjadi sorotan karena terjadi dalam lingkungan pendidikan keagamaan.
Anggota DPRD Pati, Muntamah, menyayangkan adanya dugaan kasus asusila yang terjadi di lingkungan pesantren. Menurutnya, kondisi tersebut harus menjadi momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan di pondok pesantren.
“Kasus dugaan pencabulan di pondok pesantren di Pati dua kali terjadi, di Ponpes Ndholo Kusumo dan salah satu ponpes di Desa Talun,” ujar Muntamah.
Kasus Ndholo Kusumo sendiri telah ditangani aparat penegak hukum. Polresta Pati menetapkan pengasuh berinisial AS sebagai tersangka pada 28 April 2026. Polisi menyebut penyidikan dilakukan setelah pemeriksaan pelapor, saksi, dan saksi ahli.
Sementara itu, dalam perkara di Desa Talun, pengasuh Ponpes Al-Hidayah berinisial MKA telah ditetapkan sebagai tersangka. Kemenag Pati juga tengah memproses rekomendasi pencabutan izin operasional pesantren tersebut.
Muntamah menilai pengawasan tidak cukup hanya dilakukan setelah muncul persoalan.
“Pondok pesantren harus melakukan evaluasi agar kasus serupa tidak terjadi lagi di pondok pesantren lain di Pati maupun di daerah lain,” katanya.
Ia juga meminta perlindungan terhadap santri, khususnya santriwati, menjadi bagian utama dalam pembenahan tata kelola pesantren.
“Harus ada perlakuan yang intensif untuk menghindari hal itu. Jangan sampai orang tua yang menitipkan anaknya untuk belajar agama justru harus menanggung trauma,” ujarnya.
Muntamah berharap Pemkab Pati bersama Kemenag melakukan evaluasi dan pembinaan terhadap pesantren, sementara aparat penegak hukum tetap menjalankan proses sesuai ketentuan hukum.
“Tindakan asusila yang dilakukan oleh pengurus pondok pesantren bukan hanya mencoreng nama baik pondok pesantren di Pati, tapi pondok pesantren keseluruhan di Indonesia,” pungkasnya.
(ADV)














