Menu ✖

Mode Gelap
Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB) Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Wakil Ketua DPRD Dorong Investasi Rp12,6 Triliun Perkuat Infrastruktur Penunjang Ekonomi Pati

Advertorial

Burhan Minta Beasiswa Pati Tak Berhenti pada Pencairan, Mahasiswa Harus Dipastikan Lulus

badge-check


					Burhan Minta Beasiswa Pati Tak Berhenti pada Pencairan, Mahasiswa Harus Dipastikan Lulus Perbesar

PATI, umbara.co.id — Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Pati, M Diyan Aulia Burhanudin atau Burhan, meminta pelaksanaan program beasiswa bagi mahasiswa tidak hanya diukur dari tersalurkannya bantuan. Menurutnya, keberhasilan program juga perlu dilihat dari sejauh mana bantuan mampu menjaga mahasiswa tetap melanjutkan pendidikan hingga lulus.

Burhan mengatakan, keberadaan beasiswa memiliki arti penting bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu. Dukungan pembiayaan tersebut diharapkan dapat mengurangi hambatan ekonomi selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi.

“Tujuan akhirnya bukan sekadar bantuan itu cair, tetapi mahasiswa bisa bertahan kuliah sampai lulus. Karena itu keberlanjutan program harus menjadi perhatian sejak awal,” katanya.

Saat ini, program tersebut mencakup 183 mahasiswa dengan besaran bantuan yang disesuaikan berdasarkan kategori penerima. Di antaranya mahasiswa dari keluarga miskin, kategori miskin ekstrem, serta mahasiswa Fakultas Kedokteran.

Menurut Burhan, pemerintah daerah perlu memiliki data penerima yang akurat dan terus diperbarui. Data tersebut diperlukan agar perencanaan kebutuhan anggaran dapat disusun berdasarkan kondisi nyata mahasiswa.

“Data penerima harus terus diperbarui. Kita perlu tahu siapa yang benar-benar membutuhkan, berapa kebutuhan per bulan dan berapa lama masa studinya. Dengan begitu perencanaan anggarannya lebih tepat,” tuturnya.

Ia menilai pemutakhiran data juga penting untuk memastikan bantuan diberikan kepada mahasiswa yang sesuai dengan kriteria program. Selain itu, pemerintah dapat memperkirakan kebutuhan pembiayaan secara lebih terukur hingga masa studi penerima berakhir.

Burhan juga mendorong adanya ruang bagi mahasiswa penerima untuk memberikan masukan terhadap pelaksanaan program. Pengalaman mereka selama menerima bantuan dinilai dapat menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah.

“Mahasiswa juga perlu dilibatkan dalam evaluasi. Dari sana kita bisa mengetahui apakah bantuan sudah tepat waktu, tepat jumlah dan benar-benar membantu kebutuhan mereka selama kuliah,” ungkapnya.

Program beasiswa tersebut sebelumnya sempat mengalami keterlambatan penyaluran selama tiga bulan. Pemkab Pati kemudian menyatakan menyiapkan anggaran sekitar Rp582 juta untuk memenuhi pembayaran periode yang tertunda bagi 183 mahasiswa.

Burhan berharap evaluasi tidak hanya dilakukan setelah muncul persoalan pencairan. Menurutnya, perbaikan sistem, pemutakhiran data, serta perencanaan pembiayaan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar tujuan utama program, yakni membantu mahasiswa menyelesaikan pendidikan, dapat tercapai.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat

30 September 2026 - 21:12 WIB

KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)

30 September 2026 - 19:53 WIB

Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja

30 September 2026 - 15:51 WIB

Trending di Advertorial