PATI, umbara.co.id — Kendala rendahnya pasang air laut yang terjadi di Kecamatan Batangan tidak hanya berdampak pada proses produksi garam, tetapi juga perlu diikuti perhatian terhadap pemasaran hasil panen. Pemerintah Kabupaten Pati didorong menyiapkan dukungan dari sisi produksi hingga penyerapan garam petani.
Anggota Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PPP, Yassin Shodiq, mengatakan petani membutuhkan kepastian dalam menjalankan usaha garam. Menurutnya, keberhasilan produksi harus diikuti dengan adanya pasar yang mampu menyerap hasil panen dengan harga yang layak.
“Petani membutuhkan dua kepastian, yaitu bisa berproduksi dan hasil produksinya bisa terserap dengan harga yang layak. Jangan sampai produksi berhasil tetapi pemasaran justru menjadi persoalan,” kata Yassin.
Kabupaten Pati memiliki kawasan produksi garam yang cukup luas di wilayah pesisir. Sektor tersebut selama ini menjadi salah satu sumber pendapatan bagi masyarakat yang menggantungkan usaha dari tambak garam.
Namun, kondisi di Batangan saat ini masih menghadapi kendala pasokan air. Rendahnya pasang laut menyebabkan air sulit masuk ke sejumlah tambak sehingga aktivitas produksi terhenti di beberapa lokasi.
Yassin menilai, selain menyelesaikan persoalan infrastruktur air, pemerintah juga perlu memperkuat posisi petani dalam rantai perdagangan garam. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mendorong penguatan kelompok petani maupun koperasi.
“Kalau petani mempunyai kelembagaan yang kuat, posisi tawarnya juga akan lebih baik. Pemerintah bisa membantu dari sisi akses pasar, sarana produksi maupun peningkatan kualitas garam,” ujarnya.
Menurutnya, kelembagaan petani yang kuat dapat memudahkan koordinasi dalam memenuhi kebutuhan produksi sekaligus membuka akses terhadap calon pembeli. Pemerintah juga dapat berperan sebagai penghubung antara petani dengan pihak yang membutuhkan garam.
Yassin meminta komunikasi antara petani, pengepul, koperasi dan pelaku usaha yang membutuhkan garam diperkuat. Dengan koordinasi yang baik, persoalan penyerapan hasil produksi diharapkan dapat diminimalkan ketika produksi kembali normal.
Ia berharap kendala pasokan air di Batangan segera mendapat penanganan sehingga petani dapat kembali mengisi tambak dan menjalankan produksi.
“Yang paling penting sekarang produksi bisa berjalan kembali. Setelah itu, pemerintah harus memastikan hasil produksi petani tidak kesulitan mencari pasar,” pungkas Yassin.
(ADV)














