Menu ✖

Mode Gelap
Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB) Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Wakil Ketua DPRD Dorong Investasi Rp12,6 Triliun Perkuat Infrastruktur Penunjang Ekonomi Pati

Advertorial

Banyak Sekolah Gunungwungkal Belum Tersentuh MBG, Eko Soroti Koordinasi

badge-check


					Banyak Sekolah Gunungwungkal Belum Tersentuh MBG, Eko Soroti Koordinasi Perbesar

PATI, umbara.co.id — Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, masih menjadi perhatian. Sejumlah sekolah disebut belum mendapatkan program tersebut meski MBG telah berjalan di sejumlah wilayah.

Keluhan mengenai belum meratanya distribusi MBG juga disampaikan kepada anggota DPRD Kabupaten Pati. Salah satunya datang dari wilayah Gunungwungkal yang masih terdapat sekolah yang belum memperoleh layanan makanan bergizi gratis.

Anggota DPRD Kabupaten Pati, Eko Kuswanto, mengatakan persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius dari penyelenggara program.

“MBG di Kecamatan Gunungwungkal banyak sekolah yang belum dapat,” ujar Eko.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan distribusi makanan, tetapi juga komunikasi antara pelaksana MBG dengan pihak-pihak terkait di daerah.

Eko menyayangkan belum adanya koordinasi yang optimal antara petugas MBG di tingkat kecamatan dengan DPRD, khususnya Komisi D maupun anggota dewan yang berada di wilayah tersebut.

“Harusnya bisa koordinasi dengan DPRD atau pihak terkait karena banyak keluhan yang disampaikan sekolah yang tidak dapat MBG,” tegasnya.

Ia menjelaskan, DPRD kerap menjadi tempat masyarakat dan pihak sekolah menyampaikan aspirasi ketika terdapat program pemerintah yang belum diterima secara merata.

“Sebagusnya dewan menanggapi keluhan masyarakat, tapi kalau tidak ada koordinasi, kami juga kesulitan memberikan penjelasan,” ujarnya.

Sebagai gambaran, data satuan pendidikan Kemendikdasmen mencatat puluhan sekolah dan madrasah berada di Kecamatan Gunungwungkal, mulai dari jenjang SD/MI hingga SMP/MTs.

Eko berharap penyelenggara MBG segera melakukan pemetaan terhadap sekolah yang belum mendapatkan program agar tidak terjadi ketimpangan pelayanan.

“Jangan sampai ada sekolah yang terlewat hanya karena persoalan data atau komunikasi. Semua harus dipetakan dan dijelaskan kapan sekolah tersebut mendapatkan MBG,” katanya.

Ia juga meminta jalur komunikasi antara sekolah, penyelenggara MBG, pemerintah daerah dan DPRD diperkuat sehingga setiap persoalan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat

30 September 2026 - 21:12 WIB

KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)

30 September 2026 - 19:53 WIB

Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja

30 September 2026 - 15:51 WIB

Trending di Advertorial