Menu ✖

Mode Gelap
Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB) Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Wakil Ketua DPRD Dorong Investasi Rp12,6 Triliun Perkuat Infrastruktur Penunjang Ekonomi Pati

Advertorial

Muslihan Dorong Pesantren Perkuat Pendidikan dan Kemandirian Santri

badge-check


					Muslihan Dorong Pesantren Perkuat Pendidikan dan Kemandirian Santri Perbesar

PATI, umbara.co.id – Pondok pesantren dinilai memiliki ruang kontribusi yang luas dalam menyiapkan generasi muda. Anggota DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PPP, Muslihan, mengatakan pendidikan pesantren idealnya tidak hanya membekali santri dengan pemahaman keagamaan, tetapi juga membangun karakter, kemandirian dan keterampilan yang dapat diterapkan di tengah masyarakat.

Menurutnya, lulusan pesantren diharapkan mampu membawa bekal pendidikan yang diperoleh selama berada di lingkungan pondok untuk kemudian memberikan manfaat ketika kembali ke masyarakat.

“Pesantren jangan hanya dilihat sebagai tempat belajar agama. Pesantren juga memiliki peran dalam menyiapkan sumber daya manusia yang mandiri dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Muslihan menyebut peran tersebut telah mendapatkan dasar hukum melalui Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. Regulasi tersebut tidak hanya mengatur fungsi pendidikan dan dakwah, tetapi juga menempatkan pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu fungsi pesantren.

Melalui fungsi tersebut, pesantren memiliki peluang untuk mengembangkan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kesejahteraan lingkungan sekitar sekaligus membekali santri dengan kemampuan yang relevan.

Muslihan menilai keterampilan perlu menjadi bagian dari proses pendidikan agar santri memiliki kesiapan menghadapi kehidupan setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren.

“Santri harus dibekali ilmu agama sekaligus keterampilan. Setelah kembali ke masyarakat, mereka diharapkan mampu menjadi orang yang bermanfaat dan ikut membangun daerah,” ungkapnya.

Meski demikian, ia menekankan bahwa pengembangan keterampilan tetap perlu berjalan beriringan dengan pembentukan akhlak. Nilai moral dan karakter dinilai menjadi fondasi penting dalam membentuk lulusan pesantren.

Menurut Muslihan, keberhasilan pendidikan pesantren tidak cukup dilihat dari jumlah peserta didik maupun capaian akademik. Sikap dan kontribusi santri setelah kembali ke lingkungan masyarakat juga menjadi bagian penting dari hasil pendidikan.

“Ukuran keberhasilan pendidikan pesantren salah satunya adalah bagaimana santri membawa nilai-nilai yang dipelajari untuk kehidupan bermasyarakat,” tuturnya.

Ia berharap pesantren di Kabupaten Pati dapat terus berkembang dengan memperkuat kualitas pendidikan, tata kelola dan keterampilan santri. Di saat yang sama, lingkungan pesantren juga diharapkan tetap menjadi tempat pendidikan yang aman dan mendukung perkembangan anak.

“Kita ingin pesantren melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, mandiri dan mampu menjadi bagian dari solusi bagi masyarakat,” pungkasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat

30 September 2026 - 21:12 WIB

KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)

30 September 2026 - 19:53 WIB

Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja

30 September 2026 - 15:51 WIB

Trending di Advertorial