PATI, umbara.co.id – Kuliner khas Kabupaten Pati dinilai memiliki daya tarik yang lebih luas jika tidak hanya ditonjolkan dari sisi rasa, tetapi juga dari sejarah, tradisi, dan proses yang melatarbelakangi keberadaannya.
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Danu Ikhsan HC, mengatakan setiap makanan lokal memiliki karakter serta kisah tersendiri. Hal tersebut dapat menjadi nilai tambah dalam memperkenalkan kuliner daerah kepada masyarakat.
Menurutnya, pengalaman menikmati makanan akan menjadi lebih menarik ketika konsumen mengetahui asal-usul maupun proses di balik pembuatan makanan tersebut. Cerita lokal dinilai mampu memberikan identitas yang membedakan satu produk kuliner dengan produk lainnya.
“Saya kalau kulineran bukan hanya mencari enak atau tidaknya. Menarik juga mengetahui bagaimana makanan itu dibuat, dari mana asalnya dan kenapa makanan tersebut bisa menjadi khas di suatu daerah,” ujar Danu.
Ia menilai kekayaan cerita tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bagian dari strategi promosi, terutama untuk menjangkau generasi muda yang semakin dekat dengan konten digital.
Karena itu, Danu mendorong pelaku usaha kuliner untuk mengemas promosi secara lebih kreatif. Informasi mengenai sejarah makanan, bahan yang digunakan, hingga tradisi pembuatannya dapat menjadi konten yang memperkuat daya tarik produk.
“Kalau kita bisa menceritakan asal-usul sebuah makanan dengan menarik, orang akan lebih penasaran untuk mencobanya. Setelah mencoba dan cocok, tentu mereka bisa menjadi pelanggan,” katanya.
Di sisi lain, Danu menilai inovasi tetap diperlukan agar kuliner tradisional dapat mengikuti perkembangan zaman. Inovasi dapat dilakukan melalui penyajian, kemasan maupun metode pemasaran, selama karakter utama makanan tetap dipertahankan.
Ia berharap perkembangan tersebut tidak membuat makanan khas Pati kehilangan identitasnya. Justru, inovasi diharapkan mampu membawa kuliner lokal semakin dikenal tanpa menghilangkan cita rasa dan nilai tradisi yang menjadi cirinya.
“Silakan berinovasi. Tetapi jangan sampai ketika sudah modern justru kehilangan rasa dan identitas aslinya. Karena kekuatan kuliner Pati justru ada pada karakter lokalnya,” pungkas Danu.
(ADV)














