Menu

Mode Gelap
Jalan Rusak Ditanami Pohon Pisang, Ketua DPRD Pati Pastikan Perbaikan Tahun 2026 Ketua DPRD Pati Imbau Warga Tak Terpengaruh Isu Kenaikan BBM Anggota DPRD Pati Bantah Isu Kenaikan BBM Subsidi, Sebut Hoaks TPA Sampok Bantu Kendalikan Sampah, DPRD Pati Apresiasi Kesadaran Warga Akses TPA Sampok Rusak Parah, DPRD Pati Minta Perbaikan Segera Desak Perbaikan Jalan Rusak, DPRD Pati Soroti Akses Vital Antar Kecamatan

Advertorial

Bandang Soroti Nasib Petambak Nila Salin, Terhimpit Pakan Mahal dan Harga Panen Rendah

badge-check


					Bandang Soroti Nasib Petambak Nila Salin, Terhimpit Pakan Mahal dan Harga Panen Rendah Perbesar

PATI, umbara.co.id – Kondisi petambak nila salin di Kabupaten Pati mendapat perhatian dari Teguh Bandang Waluyo. Ia menilai para petani tambak saat ini berada dalam situasi sulit akibat tingginya harga pakan serta harga jual ikan yang justru anjlok saat masa panen.

Ketua Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Pati itu mengaku prihatin karena hasil yang diterima petambak kerap tidak sebanding dengan biaya produksi yang harus dikeluarkan selama proses budidaya.

Menurut Bandang, untuk membudidayakan nila salin, petambak harus menanggung berbagai biaya mulai dari pembelian pakan yang mahal hingga perawatan kolam yang cukup rumit dan berisiko terhadap serangan penyakit.

“Petani tambak sering mendapatkan hasil yang tidak sebanding. Pakan mahal, perawatan rumit, panen dibayar murah,” ujarnya.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya ketimpangan dalam rantai distribusi hasil perikanan yang merugikan petambak. Di lapangan, banyak petani tambak terpaksa menjual hasil panennya kepada tengkulak karena tidak memiliki akses pasar yang lebih luas dan menjanjikan.

Akibatnya, harga ikan di tingkat petani tetap rendah, sementara di tingkat konsumen harga jual masih relatif tinggi.

Bandang meminta satuan tugas pangan serta dinas terkait untuk turun langsung ke lapangan guna mengecek rantai distribusi ikan nila salin. Ia menilai pengawasan perlu diperkuat agar tidak terjadi praktik yang merugikan petambak.

Selain itu, Komisi D DPRD Pati juga mendorong pemerintah daerah untuk menyiapkan mekanisme stabilisasi harga, termasuk melalui pengawasan distribusi serta membuka akses pemasaran langsung bagi para petambak.

“Petani tambak harus dapat perhatian. Jika dibiarkan dengan harga yang tidak stabil, maka akan membuat petambak kehilangan semangat,” tegasnya.

Ia berharap dengan adanya langkah nyata dari pemerintah daerah, petambak nila salin di Pati dapat memperoleh harga jual yang lebih layak sehingga usaha budidaya yang mereka jalankan tetap berkelanjutan.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Jalan Rusak Ditanami Pohon Pisang, Ketua DPRD Pati Pastikan Perbaikan Tahun 2026

1 April 2026 - 13:55 WIB

Ketua DPRD Pati Imbau Warga Tak Terpengaruh Isu Kenaikan BBM

1 April 2026 - 13:51 WIB

Anggota DPRD Pati Bantah Isu Kenaikan BBM Subsidi, Sebut Hoaks

1 April 2026 - 13:46 WIB

TPA Sampok Bantu Kendalikan Sampah, DPRD Pati Apresiasi Kesadaran Warga

1 April 2026 - 13:39 WIB

Akses TPA Sampok Rusak Parah, DPRD Pati Minta Perbaikan Segera

1 April 2026 - 13:36 WIB

Trending di Advertorial