Pati – Satuan Tugas Penegakan Hukum (Satgas Gakkum) Polresta Pati berhasil mengungkap praktik dugaan pemaksaan disertai ancaman kekerasan yang terjadi di lingkungan industri, tepatnya di area Pabrik PT. HWI, Pati. Pengungkapan kasus ini dilakukan dalam sebuah operasi pada Senin dini hari (19/5/2025) sekitar pukul 00.30 WIB, sebagai tindak lanjut dari laporan polisi yang diterima beberapa hari sebelumnya.
Insiden tersebut terjadi pada Kamis (15/5/2025) sekitar pukul 17.30 WIB. Seorang pengusaha asal Jepara berinisial AH (38) menjadi korban dalam kasus ini. Berdasarkan hasil penyelidikan, pihak kepolisian mengamankan dua orang terduga pelaku berinisial MN alias KU (60) dan SO (52), keduanya merupakan wiraswastawan yang berdomisili di wilayah Batangan, Kabupaten Pati.

Kapolresta Pati AKBP Jaka Wahyudi melalui Kasatgas Gakkum AKP Heri Dwi Utomo menjelaskan bahwa modus operandi yang diduga dilakukan para pelaku adalah dengan menghalangi truk pengangkut limbah industri milik korban yang hendak keluar dari kompleks pabrik. Tindakan itu diduga dilakukan agar para pelaku mendapatkan kesempatan untuk mengelola limbah tersebut secara ilegal.
“Kejadian bermula ketika truk yang dikemudikan sopir korban hendak meninggalkan area pabrik dengan muatan limbah industri. Namun, sesampainya di pintu keluar, kendaraan tersebut dihadang oleh sekitar delapan orang yang kemudian mengancam akan membakar truk jika tidak segera mundur. Karena merasa terancam, sopir terpaksa memundurkan truk dan kembali memarkirkannya di dalam pabrik,” jelas AKP Heri.
Dalam proses pengungkapan, aparat kepolisian turut mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut. Kedua terduga pelaku dijerat dengan Pasal 335 KUHP tentang Pemaksaan dengan Ancaman Kekerasan.
AKP Heri Dwi Utomo juga menegaskan komitmen Polresta Pati dalam memberantas aksi premanisme di wilayah hukumnya. Ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak ragu melapor apabila menemukan kasus serupa, baik langsung ke kantor polisi terdekat maupun melalui call center 110.
“Penegakan hukum terhadap aksi premanisme akan terus kami lakukan demi menciptakan iklim usaha dan industri yang aman serta kondusif,” pungkasnya.
(Humas Resta Pati)














