PATI – Di saat malam menyelimuti Kota Pati dengan keheningan, dan rumah-rumah warga tenggelam dalam mimpi yang tenteram, ada denyut aktivitas lain yang berdetak tegas di balik lampu-lampu jalan yang temaram. Di balik sorotan biru yang berkelebat di ruas-ruas kota, Tim Patroli Polresta Pati memulai pergerakan diam-diam namun penuh perhitungan. Sabtu malam (7 Juni 2025), mereka meluncurkan operasi intensif bertajuk “Blue Light Patrol”, yang berlangsung hingga Minggu dini hari.
Tak seperti malam biasa, operasi ini bukan sekadar pengawasan rutin. Ini adalah perburuan. Sebuah misi untuk meredam ancaman yang tak kasat mata namun nyata: geng remaja yang kerap menyulut tawuran di jalanan dan mencemaskan warga.

Dengan kekuatan 35 personel gabungan dari Satlantas, Polsek Kota Pati, dan Samapta Polresta Pati, patroli digelar menyusuri titik-titik yang telah lama dipetakan sebagai sarang rawan. Rute seperti Jalan Sunan Kalijaga, Kembang Joyo, dan Jalan Pati-Juwana menjadi zona patroli prioritas. Tak sekadar lewat, tim ini menyisir dan mengawasi dengan cermat, menghadirkan rasa waspada yang tak main-main.
Kapolresta Pati AKBP Jaka Wahyudi, melalui Kasatlantas AKP Riki Fahmi Mubarok, menegaskan bahwa operasi dimulai pukul 22.00 WIB dengan tujuan utama: menjamin keamanan lalu lintas dan menindak tegas potensi kerawanan dari aksi gangster.
Namun fokus paling tajam malam itu berada di dua titik krusial: Simpang Empat Jalan Lingkar Selatan (JLS) Ngantru dan ruas Jalan Lingkar Selatan Pati. Menurut Kapolsek Pati Iptu Heru Purnomo, lokasi tersebut menjadi lokasi favorit para gangster untuk menggelar aksi tawuran.
Di sana, sirine biru menyala, menyayat malam. Aparat berseragam lengkap berdiri siaga, kendaraan patroli berjaga. Keberadaan mereka bukan hanya untuk mengusir keramaian—melainkan menjadi pernyataan bahwa hukum hadir, bahkan di jam-jam paling rawan.
Hasilnya? Sebanyak 16 remaja dan 11 unit motor berhasil diamankan. Mereka digiring ke Mapolsek Pati untuk diperiksa. Setelah pendalaman, hanya 3 remaja yang terindikasi terlibat langsung dalam jaringan gangster. Sisanya mendapat pembinaan dan edukasi peringatan awal agar tak kembali ke jalur yang salah.
Selama operasi berlangsung, kondisi lalu lintas di pusat kota relatif landai. Cuaca cerah mendukung kelancaran patroli. Ketertiban terjaga. Tidak ada bentrokan. Tidak ada korban. Hanya ada pesan tegas yang ditebar malam itu: hukum tak tidur.
“Kami siap mengamankan Kota Pati selama 24 jam penuh dari aksi gangster.” ucap Iptu Heru Purnomo, tegas saat memimpin langsung jalannya patroli.
Polresta Pati juga menghimbau para orang tua agar lebih waspada terhadap pergaulan anak-anak mereka. Kepolisian menegaskan tak akan ragu mengambil tindakan tegas bagi siapa pun yang mencoba menantang ketertiban umum.
Dan begitu fajar merekah di ufuk timur, jalanan Pati kembali lengang. Tapi malam itu, satu hal menjadi jelas: di balik tenangnya kota, ada barisan penjaga yang tak pernah lelah menyisir gelap, memburu bahaya, dan menjaga damai tetap terjaga.













