Menu

Mode Gelap
Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal Bambang Susilo Dorong Pati Belajar dari Daerah Lain dalam Menyusun Regulasi CSR

Berita

Peresmian Pabrik Garam Industri PT. SPJT, Langkah Nyata Hilirisasi di Pati

badge-check


					Peresmian Pabrik Garam Industri PT. SPJT, Langkah Nyata Hilirisasi di Pati Perbesar

Pati – Bupati Pati, H. Sudewo, menghadiri peresmian Pabrik Garam Industri milik PT. Sarana Pembangunan Jawa Tengah (SPJT) (Perseroda) yang berlokasi di Desa Raci, Kecamatan Batangan, Selasa (24/6/2025). Peresmian dilakukan oleh Gubernur Jawa Tengah yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah, Sumarno.

Turut hadir dalam acara tersebut Anggota Komisi B DPRD Jawa Tengah, Wakil Bupati Pati, Forkopimda, Sekda Kabupaten Pati, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta jajaran Komisaris dan Direksi PT. SPJT.

Dalam sambutannya, Sekda Provinsi Jawa Tengah, Sumarno, menekankan pentingnya hilirisasi garam guna meningkatkan nilai tambah komoditas lokal serta kualitas produksi garam yang lebih baik.

“Petani garam di Pati harus mendapat manfaat langsung dari keberadaan pabrik ini. Kami mendorong peningkatan kualitas garam agar bisa bersaing dan memenuhi kebutuhan industri,” tegas Sumarno.

Sementara itu, Bupati Pati, Sudewo, mengapresiasi kehadiran investasi di sektor hilirisasi garam ini yang dinilai sebagai langkah maju dalam membangun ekonomi lokal.

“Atas nama petani garam di Kabupaten Pati, kami mengucapkan terima kasih atas dibangunnya pabrik ini. Semoga keberadaan industri ini mampu mendongkrak kesejahteraan petani dan memenuhi kebutuhan garam industri secara nasional,” ucapnya.

Pabrik garam industri milik PT. SPJT ini menjadi langkah strategis dalam penguatan sektor garam di Pati. Meski saat ini baru mampu menyerap sekitar 25 ribu ton dari total produksi lokal yang mencapai 150 ribu ton per tahun, keberadaannya dinilai membuka jalan menuju industrialisasi garam yang lebih luas.

Ke depan, pemerintah daerah dan provinsi berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan industri pengolahan garam guna meningkatkan daya saing serta kesejahteraan petani di kawasan pesisir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS

15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal

15 Juni 2026 - 20:48 WIB

Trending di Advertorial