Menu

Mode Gelap
Penutupan Pesta Siaga 2026, Plt Bupati Pati Tekankan Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini Pemkab Pati Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi DPRD Pati Tekankan Keseimbangan Ekonomi dan Ketertiban dalam Perda Pariwisata Pengaturan Karaoke Jadi Sorotan dalam Perda Pariwisata Pati DPRD Pati Usulkan Konsep Sudetan untuk Solusi Jangka Panjang Banjir Normalisasi Sungai Juwana Mendesak, DPRD Pati Soroti Dampak Lintas Daerah

Berita

Bupati Pati Umumkan Penurunan Kenaikan PBB-P2 di Momen Hari Jadi ke-702

badge-check


					Bupati Pati Umumkan Penurunan Kenaikan PBB-P2 di Momen Hari Jadi ke-702 Perbesar

PATI – Tepat pada peringatan Hari Jadi Kabupaten Pati ke-702, Bupati Pati H. Sudewo. S.T., M.T. mengumumkan keputusan penting yang menjadi sorotan publik, yakni penurunan kenaikan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2). Pengumuman tersebut disampaikan langsung dalam pernyataannya di Pendopo Kabupaten Pati pada Kamis sore (7/8/2025).

Bupati menyatakan bahwa kebijakan penurunan tersebut merupakan bentuk respons atas aspirasi masyarakat dan arahan dari pemerintah pusat serta provinsi.

“Terkait dengan kenaikan pajak yang sampai dengan 250 persen, sesuai arahan Bapak Menteri Dalam Negeri dan arahan Bapak Gubernur Jawa Tengah untuk diturunkan dan itu juga sesuai dengan tuntutan warga Kabupaten Pati. Maka pada kali ini saya memberikan satu informasi penegasan bahwa yang kenaikan PBB-nya sampai 250 persen saya nyatakan untuk saya akomodir untuk diturunkan,” tegas Sudewo di hadapan tamu undangan dan masyarakat.

Ia menambahkan, keputusan ini diambil sebagai upaya meredam kegelisahan warga serta menjaga stabilitas daerah.

“Marilah kita bersama-sama menjaga agar situasi kondusif, bekerja sesuai kegiatannya masing-masing,” imbuhnya.

Selain pengumuman kebijakan pajak, Bupati Sudewo juga menyampaikan permohonan maaf atas sejumlah dinamika yang sempat terjadi menjelang peringatan hari jadi Kabupaten Pati, termasuk insiden pada Selasa sebelumnya yang sempat menimbulkan ketegangan antara warga dan aparat.

“Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Tidak ada maksud melakukan perampasan. Kami hanya ingin memastikan kirab boyongan yang digelar lima tahun sekali ini dapat berlangsung lancar sesuai rute yang ditetapkan. Kami pun tidak pernah melarang atau menghalangi kegiatan penggalangan dana,” jelasnya.

Bupati juga mengklarifikasi pernyataannya yang sempat viral dan memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.

“Saya juga minta maaf atas pernyataan ‘lima ribu silakan, lima puluh ribu massa silakan’. Tidak ada niat untuk menantang rakyat, apalagi rakyat saya sendiri,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Sudewo menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang dialog dan kritik demi kemajuan daerah.

“Saya menyadari masih banyak kekurangan. Saya masih harus banyak belajar dan berguru. Saya terbuka terhadap semua masukan yang membangun demi Pati yang lebih baik,” ujarnya.

Di akhir dor stop, Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergandengan tangan menjaga kondusivitas daerah agar roda pembangunan berjalan optimal.

“Saya ingin menjadi pemimpin yang amanah. Pembangunan RSUD Soewondo, perbaikan infrastruktur jalan, pendidikan karakter, dan penguatan sektor pertanian akan terus kami lanjutkan. Mohon dukungan dari seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penutupan Pesta Siaga 2026, Plt Bupati Pati Tekankan Pembentukan Karakter Anak Sejak Dini

18 April 2026 - 21:05 WIB

Pemkab Pati Gandeng KPK Perkuat Pencegahan Korupsi

15 April 2026 - 21:12 WIB

DPRD Pati Tekankan Keseimbangan Ekonomi dan Ketertiban dalam Perda Pariwisata

15 April 2026 - 21:08 WIB

Pengaturan Karaoke Jadi Sorotan dalam Perda Pariwisata Pati

15 April 2026 - 21:07 WIB

DPRD Pati Usulkan Konsep Sudetan untuk Solusi Jangka Panjang Banjir

15 April 2026 - 21:05 WIB

Trending di Advertorial