Menu ✖

Mode Gelap
Komisi A Nilai Genuk Kemiri Layak Jadi Ikon Wisata Sejarah Pati Kekeringan Meluas, Komisi D Pati Minta Puskesmas Perkuat Layanan Kesehatan Pilkades Pati 2027 Tetap Serentak, DPRD Pastikan Persiapan Berjalan Danu Dorong Kuliner Pati Dipromosikan Bersama Cerita dan Tradisinya DPRD Pati Dorong UMKM Rumahan Jadi Penguat Ekonomi Keluarga Karwito Sebut Kenaikan Insentif RT/RW sebagai Bentuk Apresiasi Pengabdian

Berita

Pengurangan Tenaga Honorer di RSUD RAA Soewondo Pati Jadi Sorotan Pansus DPRD

badge-check


					Pengurangan Tenaga Honorer di RSUD RAA Soewondo Pati Jadi Sorotan Pansus DPRD Perbesar

Pati – Kebijakan pengurangan tenaga honorer di RSUD RAA Soewondo Pati kembali menyita perhatian publik. Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Kabupaten Pati turut menyoroti langkah tersebut dengan memanggil Direktur RSUD, Rini Sulistyowati, untuk dimintai klarifikasi dalam rapat yang digelar pada Rabu (1/10/2025).

Dalam rapat bersama Pansus, Rini menegaskan bahwa kebijakan pengurangan tenaga honorer bukanlah inisiatif dirinya. Ia menekankan bahwa rencana tersebut sudah ditetapkan jauh sebelum ia resmi dilantik sebagai Direktur RSUD Soewondo pada 3 Maret 2025.

“Sudah ada perencanaan sebelumnya, jadi saya hanya melanjutkan seleksi karyawan Soewondo,” ujarnya saat menjawab pertanyaan dari anggota Pansus.

Lebih lanjut, Rini mengungkapkan bahwa penunjukan pihak ketiga untuk melakukan seleksi tenaga honorer juga merupakan keputusan sebelum masa jabatannya. Dengan demikian, ia hanya meneruskan proses yang sudah berjalan.

“Yang menunjuk pihak ketiga sebelum saya. Jadi, ketika saya menjabat, proses itu sudah ada. Saya tinggal melanjutkan,” tambahnya.

Terkait dugaan kecurangan dalam proses seleksi, seperti adanya peserta yang menyontek, Rini mengaku tidak mengetahui. Pasalnya, ia tidak masuk ke dalam ruang tes saat seleksi berlangsung.

“Saya tidak tahu kalau ada yang nyontek, karena saya tidak berada di ruangan tes,” jelasnya.

Kebijakan pengurangan tenaga honorer di RSUD Soewondo Pati memang menuai pro dan kontra. Banyak pihak, baik dari kalangan DPRD maupun masyarakat, menilai langkah tersebut berpotensi merugikan tenaga honorer yang sudah bertahun-tahun mengabdi dan menjadi tulang punggung pelayanan kesehatan di rumah sakit daerah tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi A Nilai Genuk Kemiri Layak Jadi Ikon Wisata Sejarah Pati

5 Oktober 2026 - 16:39 WIB

Kekeringan Meluas, Komisi D Pati Minta Puskesmas Perkuat Layanan Kesehatan

5 Oktober 2026 - 16:33 WIB

Pilkades Pati 2027 Tetap Serentak, DPRD Pastikan Persiapan Berjalan

5 Oktober 2026 - 16:26 WIB

Danu Dorong Kuliner Pati Dipromosikan Bersama Cerita dan Tradisinya

5 Oktober 2026 - 13:11 WIB

DPRD Pati Dorong UMKM Rumahan Jadi Penguat Ekonomi Keluarga

5 Oktober 2026 - 12:40 WIB

Trending di Advertorial