Menu ✖

Mode Gelap
DPRD Pati Pastikan 61 Desa Masuk Persiapan Pilkades Serentak 2027 Komisi D DPRD Pati Pastikan Polemik TK Pertiwi Tegalharjo Diselesaikan Lewat Mediasi DPRD Pati: Ormas Harus Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat dan Pemerintah Kenaikan Insentif RT/RW, DPRD Pati Soroti Kapasitas Fiskal Daerah Narso Dorong Pemerintahan Desa Lebih Terbuka dan Akuntabel Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027

Advertorial

Muslihan Tegaskan Fungsi Anggaran DPRD Pati Tetap Berjalan di Tengah Sorotan Publik

badge-check


					Muslihan Tegaskan Fungsi Anggaran DPRD Pati Tetap Berjalan di Tengah Sorotan Publik Perbesar

PATI, umbara.co.id – Ketua Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Muslihan, merespons adanya keluhan masyarakat terkait dugaan melemahnya fungsi penganggaran legislatif dalam Forum Perangkat Daerah yang berlangsung di Kantor Bapperida Pati.

Muslihan yang juga duduk sebagai anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Pati menegaskan bahwa mekanisme penganggaran hingga kini tetap berjalan sesuai ketentuan. Ia memastikan seluruh usulan program dari pihak eksekutif tetap melalui pembahasan bersama DPRD.

Menurutnya, tidak ada perubahan mendasar dalam proses penyusunan anggaran daerah. Komunikasi antara eksekutif dan legislatif disebutnya masih terjalin dengan baik, termasuk dalam tahapan pembahasan di Banggar.

“Setiap program yang diusulkan bupati tetap disampaikan ke DPRD. Prosesnya masih dibahas di Banggar, jadi fungsi budgeting tetap berjalan sesuai aturan,” jelasnya.

Ia menilai pentingnya menjaga pemahaman publik agar tidak terjadi kesalahpahaman terkait peran DPRD dalam penganggaran. Sebab, fungsi tersebut merupakan bagian utama dari tugas legislatif yang diatur dalam perundang-undangan.

Lebih lanjut, Muslihan menekankan perlunya memperkuat sinergi antara DPRD dan pemerintah daerah, terutama dalam masa transisi pemerintahan saat ini. Menurutnya, kolaborasi yang solid akan berdampak positif pada percepatan pembangunan daerah.

“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk memperkuat kerja sama, agar pembangunan di Kabupaten Pati bisa berjalan lebih optimal dan berpihak pada masyarakat,” imbuhnya.

Sebelumnya, isu terkait fungsi penganggaran DPRD mencuat setelah disampaikan oleh Sukarno, warga Kecamatan Wedarijaksa yang juga mantan anggota Komisi B DPRD Pati. Dalam forum tersebut, ia mengaku memperoleh informasi bahwa bupati dapat menjalankan program tanpa persetujuan DPRD.

Pernyataan tersebut kemudian menjadi perhatian dalam forum, sehingga memunculkan klarifikasi dari pihak DPRD.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPRD Pati Pastikan 61 Desa Masuk Persiapan Pilkades Serentak 2027

3 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Komisi D DPRD Pati Pastikan Polemik TK Pertiwi Tegalharjo Diselesaikan Lewat Mediasi

3 Oktober 2026 - 13:19 WIB

DPRD Pati: Ormas Harus Jadi Jembatan Aspirasi Masyarakat dan Pemerintah

3 Oktober 2026 - 13:18 WIB

Kenaikan Insentif RT/RW, DPRD Pati Soroti Kapasitas Fiskal Daerah

3 Oktober 2026 - 13:00 WIB

Narso Dorong Pemerintahan Desa Lebih Terbuka dan Akuntabel

3 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Trending di Advertorial