PATI, umbara.co.id – Melimpahnya hasil buah di Kecamatan Gunungwungkal belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan petani. Pasalnya, hingga kini para petani masih kesulitan memasarkan hasil kebun mereka secara langsung.
Aspirasi tersebut mengemuka dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Gunungwungkal. Warga mengusulkan adanya pembangunan pasar tradisional agar hasil panen bisa dijual di wilayah sendiri tanpa harus bergantung pada pasar di luar kecamatan.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kabupaten Pati, Eko Kuswanto, menyatakan dukungannya dan mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi pembangunan pasar tersebut.
“Potensi buah di Gunungwungkal sangat besar, tetapi petani masih kesulitan menjual langsung. Selama ini mereka bergantung pada pasar di luar daerah,” ujarnya.
Menurut Eko, keberadaan pasar tradisional akan memberikan banyak manfaat, tidak hanya bagi petani, tetapi juga bagi perputaran ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Pasar dinilai mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi yang menggerakkan roda perekonomian desa.
Ia menambahkan, tanpa dukungan sarana perdagangan yang memadai, potensi pertanian yang besar tidak akan memberikan nilai tambah maksimal bagi masyarakat.
“Kalau ada pasar di tingkat kecamatan, petani bisa menjual hasilnya dengan lebih mudah dan harga yang lebih stabil,” jelasnya.
Eko juga menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi tersebut agar tidak berhenti di tahap perencanaan, melainkan bisa direalisasikan oleh pemerintah daerah.
Bagi warga Gunungwungkal, pembangunan pasar tradisional menjadi harapan besar untuk meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus memaksimalkan potensi buah yang selama ini menjadi unggulan wilayah mereka.
(ADV)














