Menu

Mode Gelap
Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal Bambang Susilo Dorong Pati Belajar dari Daerah Lain dalam Menyusun Regulasi CSR

Advertorial

Petani Gunungwungkal Butuh Pasar, DPRD Pati Dorong Fasilitas Penunjang Ekonomi Lokal

badge-check


					Petani Gunungwungkal Butuh Pasar, DPRD Pati Dorong Fasilitas Penunjang Ekonomi Lokal Perbesar

PATI, umbara.co.id – Melimpahnya hasil buah di Kecamatan Gunungwungkal belum sepenuhnya berdampak pada kesejahteraan petani. Pasalnya, hingga kini para petani masih kesulitan memasarkan hasil kebun mereka secara langsung.

Aspirasi tersebut mengemuka dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan Kecamatan (Musrenbangcam) Gunungwungkal. Warga mengusulkan adanya pembangunan pasar tradisional agar hasil panen bisa dijual di wilayah sendiri tanpa harus bergantung pada pasar di luar kecamatan.

Menanggapi hal itu, anggota DPRD Kabupaten Pati, Eko Kuswanto, menyatakan dukungannya dan mendorong pemerintah daerah untuk memfasilitasi pembangunan pasar tersebut.

“Potensi buah di Gunungwungkal sangat besar, tetapi petani masih kesulitan menjual langsung. Selama ini mereka bergantung pada pasar di luar daerah,” ujarnya.

Menurut Eko, keberadaan pasar tradisional akan memberikan banyak manfaat, tidak hanya bagi petani, tetapi juga bagi perputaran ekonomi masyarakat secara keseluruhan. Pasar dinilai mampu menjadi pusat aktivitas ekonomi yang menggerakkan roda perekonomian desa.

Ia menambahkan, tanpa dukungan sarana perdagangan yang memadai, potensi pertanian yang besar tidak akan memberikan nilai tambah maksimal bagi masyarakat.

“Kalau ada pasar di tingkat kecamatan, petani bisa menjual hasilnya dengan lebih mudah dan harga yang lebih stabil,” jelasnya.

Eko juga menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi tersebut agar tidak berhenti di tahap perencanaan, melainkan bisa direalisasikan oleh pemerintah daerah.

Bagi warga Gunungwungkal, pembangunan pasar tradisional menjadi harapan besar untuk meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus memaksimalkan potensi buah yang selama ini menjadi unggulan wilayah mereka.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kerugian Petani Tambak Tak Kalah dari Petani Padi, Muntamah Minta Pemerintah Bertindak

15 Juni 2026 - 20:51 WIB

Muntamah Desak Pemkab Pati Segera Beri Kompensasi Petani Tambak Korban Rob

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Narso: Evaluasi Pajak Daerah Kunci Menyelesaikan Berbagai Persoalan Retribusi

15 Juni 2026 - 20:50 WIB

Ketua Komisi A DPRD Pati Soroti Efektivitas Kerja Sama Pemkab dengan BPJS

15 Juni 2026 - 20:49 WIB

Bambang Susilo Nilai Belum Adanya Perda CSR Bikin Potensi Kontribusi Perusahaan Belum Maksimal

15 Juni 2026 - 20:48 WIB

Trending di Advertorial