PATI, umbara.co.id – Ratusan nelayan di Kabupaten Pati menggelar aksi damai di Pendopo Kabupaten Pati, Senin (4/5), untuk menyuarakan tuntutan terkait harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi yang dinilai belum berpihak kepada mereka.
Dalam aksi tersebut, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra turun langsung menemui para nelayan dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan. Para nelayan meminta adanya penyesuaian harga BBM bagi kapal nelayan agar lebih adil dan mampu mendukung keberlangsungan usaha mereka.

Para peserta aksi berharap pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Pati maupun DPRD setempat, dapat memberikan dukungan penuh agar kebijakan harga BBM untuk sektor perikanan dapat disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
Menanggapi hal tersebut, Chandra menyatakan bahwa aspirasi para nelayan akan segera ditindaklanjuti ke tingkat pusat, khususnya ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
“Ini akan kita masukkan ke agenda nasional, ke Kementerian KKP untuk aspirasi ini supaya ditindaklanjuti di sana, untuk meminta dukungan supaya harga BBM ini bisa sesuai dengan harga yang para nelayan inginkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa pihak KKP telah memberikan respons positif terhadap aspirasi tersebut setelah menerima penjelasan dari pemerintah daerah.
“Respon KKP bagus dan mereka menerima, sudah kita jelaskan maksud tujuan para nelayan, sebagai dasar perhitungannya sudah kita berikan perhitungan-perhitungan ekonomisnya,” tambahnya.
Ia juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mengawal perjuangan para nelayan hingga ke tingkat pusat.
“Kita akan mengawal teman-teman nelayan untuk ke Jakarta supaya aspirasinya diterima oleh pemerintah pusat,” pungkasnya.
Aksi damai ini berlangsung tertib dan menjadi bentuk harapan para nelayan agar kebijakan yang diambil ke depan dapat lebih berpihak pada kesejahteraan mereka.
(ADV)














