PATI, umbara.co.id – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Pati menggandeng insan pers dalam Focus Group Discussion (FGD) bersama wartawan yang digelar bersama Persatuan Wartawan Indonesia untuk membahas berbagai persoalan pembangunan infrastruktur di Kabupaten Pati.
Forum tersebut menghadirkan Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati Suyono sebagai narasumber. Dalam diskusi, ia menyoroti masih banyaknya tantangan pembangunan yang perlu menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Pertama, masih adanya jalan rusak di wilayah perbisnisan. Kedua, ketimpangan pembangunan antardesa. Masih banyak wilayah desa satu dengan desa lainnya yang belum tersentuh pembangunan,” ujar Suyono.
Selain kondisi jalan, ia juga menyinggung persoalan drainase, banjir musiman, hingga infrastruktur pertanian yang dinilai belum optimal. Keterbatasan anggaran pembangunan juga disebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.
Menurutnya, pengawasan proyek harus diperketat agar kualitas pembangunan lebih baik dan tidak kembali menimbulkan persoalan di kemudian hari.
“Untuk tahun 2026 ini, yang harus benar-benar diperhatikan DPUPR adalah pengawasan dalam pekerjaan. Karena apa? Kalau pengawasan kurang, saya yakin kualitas pembangunan tidak akan baik,” tegasnya.
Suyono berharap setiap proyek pembangunan memiliki pengawas khusus sehingga kualitas pekerjaan benar-benar sesuai standar.
“Kami sebagai anggota DPRD mohon pengawasan diperketat. Pekerjaan tanpa pengawasan, hasilnya tidak akan maksimal,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik Diskominfo Pati Irvan Vikadi mengatakan FGD tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan media.
Menurut Irvan, wartawan memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi pembangunan sekaligus memberikan kritik dan masukan konstruktif kepada pemerintah.
“FGD ini menjadi ruang diskusi bersama agar berbagai persoalan pembangunan dapat disampaikan secara terbuka. Kami berharap media dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal pembangunan yang transparan dan berpihak kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Diskominfo Pati terus mendorong keterbukaan informasi publik sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam membangun komunikasi yang sehat dengan masyarakat.














