Menu ✖

Mode Gelap
Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027 Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

Advertorial

1.518 Kecelakaan Terjadi di Pati Selama 2025, DPRD Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Jalan

badge-check


					1.518 Kecelakaan Terjadi di Pati Selama 2025, DPRD Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Jalan Perbesar

PATI – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Irianto Budi Utomo, meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan jalan menyusul tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama tahun 2025.

Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa sepanjang tahun lalu terjadi 1.518 kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Pati. Dari kejadian tersebut, tercatat 2.055 korban, terdiri atas 2.021 korban luka ringan dan 34 korban meninggal dunia.

Menurut Irianto, tingginya angka kecelakaan menunjukkan bahwa persoalan keselamatan lalu lintas tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi. Diperlukan evaluasi terhadap kondisi jalan, fasilitas pendukung, hingga perilaku pengguna jalan.

“Ketika jumlah kecelakaan mencapai lebih dari 1.500 kasus dalam setahun, artinya ada persoalan yang harus dibenahi secara serius. Ini bukan hanya soal pengendara, tetapi juga menyangkut kesiapan infrastruktur, pengawasan, dan edukasi keselamatan yang perlu diperkuat,” katanya.

Politikus Gerindra tersebut menilai pemerintah harus memiliki peta jalan yang jelas untuk menurunkan angka kecelakaan setiap tahun. Program keselamatan lalu lintas menurutnya harus menjadi agenda lintas sektor yang melibatkan berbagai instansi.

Ia juga menyoroti pentingnya pemeliharaan fasilitas keselamatan seperti lampu penerangan jalan, marka jalan, rambu lalu lintas, hingga fasilitas penyeberangan yang masih kurang di sejumlah wilayah.

“Jangan sampai angka kecelakaan terus berulang di lokasi yang sama karena persoalan fasilitas yang tidak segera dibenahi. Setiap laporan masyarakat harus ditindaklanjuti dengan cepat karena menyangkut keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Irianto meminta adanya evaluasi berkala terhadap program keselamatan lalu lintas yang telah berjalan agar pemerintah dapat mengetahui langkah mana yang efektif dan mana yang perlu diperbaiki.

“Kalau angka kecelakaan masih tinggi, berarti ada yang harus dievaluasi. Pemerintah harus berani mengukur keberhasilan program secara objektif. Keselamatan masyarakat tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan yang nyata dan terukur,” tandasnya.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk menekan angka kecelakaan sehingga jalan raya di Kabupaten Pati menjadi lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027

2 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa

2 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh

2 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan

2 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Trending di Advertorial