Menu

Mode Gelap
Kawal Program Makan Bergizi Gratis, Dukung Penegakan Hukum dan Pengungkapan Dugaan Mafia Anggaran Secara Transparan Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Pertamax Series, Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap Perbaikan Jalan Prawoto–Batas Kudus Mulai Dikerjakan, Diawali Pengukuran dan Galian Trotoar Alun-alun Pati Dibongkar, Akan Disulap Mirip Kawasan Malioboro DPRD Pati Desak Pendataan Menyeluruh Warga Terdampak Bencana Komisi B DPRD Pati Minta Sektor Perikanan Tak Dianaktirikan dalam Bantuan Bencana

Advertorial

1.518 Kecelakaan Terjadi di Pati Selama 2025, DPRD Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Jalan

badge-check


					1.518 Kecelakaan Terjadi di Pati Selama 2025, DPRD Minta Evaluasi Menyeluruh Sistem Keselamatan Jalan Perbesar

PATI – Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati, Irianto Budi Utomo, meminta pemerintah daerah melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan jalan menyusul tingginya angka kecelakaan lalu lintas yang terjadi selama tahun 2025.

Data yang dipaparkan menunjukkan bahwa sepanjang tahun lalu terjadi 1.518 kecelakaan lalu lintas di wilayah Kabupaten Pati. Dari kejadian tersebut, tercatat 2.055 korban, terdiri atas 2.021 korban luka ringan dan 34 korban meninggal dunia.

Menurut Irianto, tingginya angka kecelakaan menunjukkan bahwa persoalan keselamatan lalu lintas tidak bisa hanya dilihat dari satu sisi. Diperlukan evaluasi terhadap kondisi jalan, fasilitas pendukung, hingga perilaku pengguna jalan.

“Ketika jumlah kecelakaan mencapai lebih dari 1.500 kasus dalam setahun, artinya ada persoalan yang harus dibenahi secara serius. Ini bukan hanya soal pengendara, tetapi juga menyangkut kesiapan infrastruktur, pengawasan, dan edukasi keselamatan yang perlu diperkuat,” katanya.

Politikus Gerindra tersebut menilai pemerintah harus memiliki peta jalan yang jelas untuk menurunkan angka kecelakaan setiap tahun. Program keselamatan lalu lintas menurutnya harus menjadi agenda lintas sektor yang melibatkan berbagai instansi.

Ia juga menyoroti pentingnya pemeliharaan fasilitas keselamatan seperti lampu penerangan jalan, marka jalan, rambu lalu lintas, hingga fasilitas penyeberangan yang masih kurang di sejumlah wilayah.

“Jangan sampai angka kecelakaan terus berulang di lokasi yang sama karena persoalan fasilitas yang tidak segera dibenahi. Setiap laporan masyarakat harus ditindaklanjuti dengan cepat karena menyangkut keselamatan pengguna jalan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Irianto meminta adanya evaluasi berkala terhadap program keselamatan lalu lintas yang telah berjalan agar pemerintah dapat mengetahui langkah mana yang efektif dan mana yang perlu diperbaiki.

“Kalau angka kecelakaan masih tinggi, berarti ada yang harus dievaluasi. Pemerintah harus berani mengukur keberhasilan program secara objektif. Keselamatan masyarakat tidak boleh hanya menjadi slogan, tetapi harus diwujudkan melalui kebijakan yang nyata dan terukur,” tandasnya.

Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat bersinergi untuk menekan angka kecelakaan sehingga jalan raya di Kabupaten Pati menjadi lebih aman dan nyaman bagi masyarakat.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Kawal Program Makan Bergizi Gratis, Dukung Penegakan Hukum dan Pengungkapan Dugaan Mafia Anggaran Secara Transparan

11 Juni 2026 - 09:27 WIB

Pertamina Patra Niaga Lakukan Penyesuaian Harga Pertamax Series, Harga Pertalite dan Solar Subsidi Tetap

11 Juni 2026 - 08:23 WIB

Perbaikan Jalan Prawoto–Batas Kudus Mulai Dikerjakan, Diawali Pengukuran dan Galian

10 Juni 2026 - 11:36 WIB

Trotoar Alun-alun Pati Dibongkar, Akan Disulap Mirip Kawasan Malioboro

9 Juni 2026 - 11:38 WIB

DPRD Pati Desak Pendataan Menyeluruh Warga Terdampak Bencana

9 Juni 2026 - 11:17 WIB

Trending di Advertorial