Menu ✖

Mode Gelap
Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027 Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

Advertorial

Komisi B Apresiasi Margoyoso Angkat Ketela sebagai Ciri Khas Daerah

badge-check


					Komisi B Apresiasi Margoyoso Angkat Ketela sebagai Ciri Khas Daerah Perbesar

PATI – Kecamatan Margoyoso menampilkan hasil bumi berupa ketela sebagai salah satu ciri khas daerah dalam Festival Kebudayaan Adhi Loka Pati 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Gerindra, Yeti Kristianti.

Yeti menilai langkah Kecamatan Margoyoso membawa hasil bumi ketela ke dalam pagelaran budaya merupakan bentuk kebanggaan terhadap potensi lokal. Menurutnya, hasil pertanian yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dapat diangkat sebagai identitas daerah sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.

“Saya melihat ketela memiliki peluang untuk menjadi salah satu produk unggulan Margoyoso. Tinggal bagaimana kita mengemas potensi tersebut melalui peningkatan kualitas produksi, pengolahan, pemasaran dan branding. Kalau dilakukan secara bersama-sama, ketela bisa menjadi komoditas yang memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yeti.

Sebagai Anggota Komisi B yang membidangi sektor perekonomian, Yeti menilai potensi ketela tidak hanya berhenti pada sektor pertanian. Komoditas tersebut juga memiliki peluang untuk dikembangkan melalui pengolahan menjadi berbagai produk bernilai tambah, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas.

Menurutnya, apa yang ditampilkan Margoyoso dalam Festival Adhi Loka menunjukkan bahwa budaya dan potensi ekonomi daerah dapat berjalan beriringan. Ketela tidak sekadar ditampilkan sebagai hasil bumi, tetapi juga merepresentasikan aktivitas dan kehidupan masyarakat setempat.

“Ketika hasil bumi seperti ketela dibawa ke festival budaya, masyarakat tidak hanya melihat produknya, tetapi juga bisa mengenal potensi ekonomi yang dimiliki Margoyoso. Ini menjadi cara yang kreatif untuk memperkenalkan karakter daerah sekaligus membuka peluang pengembangan produk lokal,” katanya.

Yeti berharap momentum Festival Adhi Loka dapat menjadi awal untuk memperkuat promosi ketela Margoyoso. Menurutnya, pengembangan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kualitas produksi, inovasi pengolahan, kemasan, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital.

“Kita berharap ketela Margoyoso tidak hanya dikenal sebagai hasil pertanian, tetapi bisa berkembang menjadi produk unggulan daerah. Kalau petani, pelaku UMKM dan pemerintah bisa bersinergi, potensi ini akan memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih besar,” pungkas Yeti.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ali Badrudin: Insentif RT/RW Pati Naik Rp500 Ribu, Diusulkan Masuk APBD 2027

2 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Suwarno: BPD Harus Aktif Awasi Tata Kelola Pemerintahan Desa

2 Oktober 2026 - 14:37 WIB

Temuan di SPPG Harus Ditangani, DPRD Pati Minta Evaluasi Menyeluruh

2 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Abid Tekankan Prioritas Pembangunan Jalan Harus Sesuai Kondisi Lapangan

2 Oktober 2026 - 12:41 WIB

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Trending di Advertorial