PATI – Kecamatan Margoyoso menampilkan hasil bumi berupa ketela sebagai salah satu ciri khas daerah dalam Festival Kebudayaan Adhi Loka Pati 2026 dalam rangka Hari Jadi ke-703 Kabupaten Pati. Penampilan tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi B DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi Gerindra, Yeti Kristianti.
Yeti menilai langkah Kecamatan Margoyoso membawa hasil bumi ketela ke dalam pagelaran budaya merupakan bentuk kebanggaan terhadap potensi lokal. Menurutnya, hasil pertanian yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dapat diangkat sebagai identitas daerah sekaligus diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.
“Saya melihat ketela memiliki peluang untuk menjadi salah satu produk unggulan Margoyoso. Tinggal bagaimana kita mengemas potensi tersebut melalui peningkatan kualitas produksi, pengolahan, pemasaran dan branding. Kalau dilakukan secara bersama-sama, ketela bisa menjadi komoditas yang memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Yeti.
Sebagai Anggota Komisi B yang membidangi sektor perekonomian, Yeti menilai potensi ketela tidak hanya berhenti pada sektor pertanian. Komoditas tersebut juga memiliki peluang untuk dikembangkan melalui pengolahan menjadi berbagai produk bernilai tambah, sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan lebih luas.
Menurutnya, apa yang ditampilkan Margoyoso dalam Festival Adhi Loka menunjukkan bahwa budaya dan potensi ekonomi daerah dapat berjalan beriringan. Ketela tidak sekadar ditampilkan sebagai hasil bumi, tetapi juga merepresentasikan aktivitas dan kehidupan masyarakat setempat.
“Ketika hasil bumi seperti ketela dibawa ke festival budaya, masyarakat tidak hanya melihat produknya, tetapi juga bisa mengenal potensi ekonomi yang dimiliki Margoyoso. Ini menjadi cara yang kreatif untuk memperkenalkan karakter daerah sekaligus membuka peluang pengembangan produk lokal,” katanya.
Yeti berharap momentum Festival Adhi Loka dapat menjadi awal untuk memperkuat promosi ketela Margoyoso. Menurutnya, pengembangan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kualitas produksi, inovasi pengolahan, kemasan, pemasaran, hingga pemanfaatan teknologi digital.
“Kita berharap ketela Margoyoso tidak hanya dikenal sebagai hasil pertanian, tetapi bisa berkembang menjadi produk unggulan daerah. Kalau petani, pelaku UMKM dan pemerintah bisa bersinergi, potensi ini akan memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih besar,” pungkas Yeti.
(ADV)














