Menu ✖

Mode Gelap
Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB) Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Wakil Ketua DPRD Dorong Investasi Rp12,6 Triliun Perkuat Infrastruktur Penunjang Ekonomi Pati

Advertorial

Kemarau Panjang, Ketua Komisi B Dorong Solusi Permanen untuk Petani Garam Batangan

badge-check


					Kemarau Panjang, Ketua Komisi B Dorong Solusi Permanen untuk Petani Garam Batangan Perbesar

PATI, umbara.co.id – Kemarau panjang mulai berdampak terhadap produksi garam rakyat di Kabupaten Pati. Di Kecamatan Batangan, rendahnya pasang air laut membuat petani kesulitan mengisi tambak sehingga aktivitas produksi terhambat.

Ketua Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PPP, Muslihan, menilai kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Menurutnya, persoalan pasokan air laut tidak seharusnya hanya ditangani ketika petani sudah mengalami kerugian.

“Petani garam memang membutuhkan cuaca panas, tetapi kalau air laut tidak bisa masuk ke tambak, proses produksi juga tidak dapat berjalan. Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah,” kata Muslihan.

Kabupaten Pati merupakan salah satu daerah penghasil garam di Jawa Tengah. Luas lahan produksi garam di Kabupaten Pati tercatat sekitar 2.901 hektare dan tersebar di sejumlah kecamatan pesisir.

Muslihan mendorong pemerintah melakukan pemetaan terhadap saluran air menuju kawasan tambak. Menurutnya, normalisasi saluran maupun penyediaan pompa dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap kondisi pasang air laut.

“Jangan sampai petani memiliki lahan dan harga garam sedang bagus, tetapi tidak bisa produksi karena persoalan air. Infrastruktur penunjangnya harus mulai dipikirkan,” ujarnya.

Ia juga meminta pendataan terhadap petani yang terdampak sehingga intervensi pemerintah dapat diberikan secara tepat sasaran.

“Kalau persoalannya terjadi berulang, harus ada solusi jangka panjang. Jangan hanya menunggu pasang besar,” pungkasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat

30 September 2026 - 21:12 WIB

KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)

30 September 2026 - 19:53 WIB

Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja

30 September 2026 - 15:51 WIB

Trending di Advertorial