PATI, umbara.co.id – Kemarau panjang mulai berdampak terhadap produksi garam rakyat di Kabupaten Pati. Di Kecamatan Batangan, rendahnya pasang air laut membuat petani kesulitan mengisi tambak sehingga aktivitas produksi terhambat.
Ketua Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PPP, Muslihan, menilai kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah. Menurutnya, persoalan pasokan air laut tidak seharusnya hanya ditangani ketika petani sudah mengalami kerugian.
“Petani garam memang membutuhkan cuaca panas, tetapi kalau air laut tidak bisa masuk ke tambak, proses produksi juga tidak dapat berjalan. Ini yang harus menjadi perhatian pemerintah,” kata Muslihan.
Kabupaten Pati merupakan salah satu daerah penghasil garam di Jawa Tengah. Luas lahan produksi garam di Kabupaten Pati tercatat sekitar 2.901 hektare dan tersebar di sejumlah kecamatan pesisir.
Muslihan mendorong pemerintah melakukan pemetaan terhadap saluran air menuju kawasan tambak. Menurutnya, normalisasi saluran maupun penyediaan pompa dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan petani terhadap kondisi pasang air laut.
“Jangan sampai petani memiliki lahan dan harga garam sedang bagus, tetapi tidak bisa produksi karena persoalan air. Infrastruktur penunjangnya harus mulai dipikirkan,” ujarnya.
Ia juga meminta pendataan terhadap petani yang terdampak sehingga intervensi pemerintah dapat diberikan secara tepat sasaran.
“Kalau persoalannya terjadi berulang, harus ada solusi jangka panjang. Jangan hanya menunggu pasang besar,” pungkasnya.
(ADV)














