PATI, umbara.co.id — Krisis pasokan air laut menjadi persoalan serius bagi petani garam di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Lebih dari 300 hektare tambak garam di wilayah tersebut dilaporkan tidak dapat berproduksi secara maksimal akibat rendahnya pasang air laut.
Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, mengatakan kondisi tersebut perlu segera mendapatkan perhatian pemerintah daerah.
Menurutnya, air laut merupakan bahan utama dalam proses produksi garam. Ketika pasokan air sulit masuk ke area tambak, tahapan produksi otomatis ikut terganggu.
“Kalau air laut tidak bisa masuk, petani tentu kesulitan memulai proses produksi. Ini bukan hanya persoalan satu dua petambak, karena luas lahan yang terdampak mencapai lebih dari 300 hektare,” ujar Mukit.
Berdasarkan laporan lapangan, rendahnya pasang air laut membuat sebagian petani harus menunggu air kembali naik sebelum dapat mengisi petakan tambak. Bahkan, produksi di sebagian wilayah disebut telah berhenti hampir dua pekan.
Petani juga terpaksa menggunakan pompa air seadanya untuk membantu mengalirkan air laut ke tambak.
Mukit menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap infrastruktur saluran air menuju kawasan tambak.
“Saluran air perlu dicek. Kalau ada bagian yang mengalami pendangkalan atau tidak mampu mengalirkan air dengan baik, tentu harus ditangani,” katanya.
Ia memastikan Komisi B akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait untuk mencari solusi terhadap persoalan tersebut.
Mukit berharap perbaikan akses air dapat dilakukan sehingga ketika pasang kembali normal, petani bisa segera melanjutkan produksi garam.
(ADV)














