Menu ✖

Mode Gelap
Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB) Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Wakil Ketua DPRD Dorong Investasi Rp12,6 Triliun Perkuat Infrastruktur Penunjang Ekonomi Pati

Advertorial

Mukit Soroti Krisis Air, 300 Hektare Tambak Garam Batangan Terdampak

badge-check


					Mukit Soroti Krisis Air, 300 Hektare Tambak Garam Batangan Terdampak Perbesar

PATI, umbara.co.id — Krisis pasokan air laut menjadi persoalan serius bagi petani garam di Kecamatan Batangan, Kabupaten Pati. Lebih dari 300 hektare tambak garam di wilayah tersebut dilaporkan tidak dapat berproduksi secara maksimal akibat rendahnya pasang air laut.

Sekretaris Komisi B DPRD Kabupaten Pati, Mukit, mengatakan kondisi tersebut perlu segera mendapatkan perhatian pemerintah daerah.

Menurutnya, air laut merupakan bahan utama dalam proses produksi garam. Ketika pasokan air sulit masuk ke area tambak, tahapan produksi otomatis ikut terganggu.

“Kalau air laut tidak bisa masuk, petani tentu kesulitan memulai proses produksi. Ini bukan hanya persoalan satu dua petambak, karena luas lahan yang terdampak mencapai lebih dari 300 hektare,” ujar Mukit.

Berdasarkan laporan lapangan, rendahnya pasang air laut membuat sebagian petani harus menunggu air kembali naik sebelum dapat mengisi petakan tambak. Bahkan, produksi di sebagian wilayah disebut telah berhenti hampir dua pekan.

Petani juga terpaksa menggunakan pompa air seadanya untuk membantu mengalirkan air laut ke tambak.

Mukit menilai kondisi tersebut menunjukkan perlunya evaluasi terhadap infrastruktur saluran air menuju kawasan tambak.

“Saluran air perlu dicek. Kalau ada bagian yang mengalami pendangkalan atau tidak mampu mengalirkan air dengan baik, tentu harus ditangani,” katanya.

Ia memastikan Komisi B akan berkoordinasi dengan organisasi perangkat daerah terkait untuk mencari solusi terhadap persoalan tersebut.

Mukit berharap perbaikan akses air dapat dilakukan sehingga ketika pasang kembali normal, petani bisa segera melanjutkan produksi garam.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat

30 September 2026 - 21:12 WIB

KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)

30 September 2026 - 19:53 WIB

Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja

30 September 2026 - 15:51 WIB

Trending di Advertorial