Menu ✖

Mode Gelap
Fraksi PDIP Dorong PAD Pati Naik Tanpa Bebani Rakyat Komisi C Soroti Kualitas Paving Trotoar Panglima Sudirman Camat Se-Pati Tak Hadiri Paripurna, Komisi A Soroti Absensi Serentak DPRD Pati Siapkan Pembahasan Lanjutan RAPBD 2027, Masukan Fraksi Jadi Bahan Evaluasi Armada Terbatas, DPRD Pati Minta Distribusi Air Lebih Terukur DPRD Pati Minta Jalan Penghubung Antarwilayah Jadi Prioritas Pembangunan

Advertorial

Armada Terbatas, DPRD Pati Minta Distribusi Air Lebih Terukur

badge-check


					Armada Terbatas, DPRD Pati Minta Distribusi Air Lebih Terukur Perbesar

PATI, umbara.co.id – Penyaluran bantuan air bersih untuk warga terdampak kekeringan di Kabupaten Pati diminta dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi setiap wilayah. DPRD Pati menilai pola distribusi perlu disusun berdasarkan tingkat kebutuhan agar bantuan dapat lebih tepat sasaran.

Anggota Komisi B DPRD Pati, Warsiti, mengatakan karakteristik dan tingkat dampak kekeringan di setiap desa tidak selalu sama. Sebagian wilayah masih memiliki sumber air meski debitnya terbatas, sedangkan daerah lainnya sudah mengalami kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Karena itu, menurutnya, distribusi bantuan tidak cukup hanya menggunakan prinsip pemerataan. Jumlah warga terdampak, kondisi sumber air, serta tingkat kesulitan masing-masing wilayah perlu menjadi pertimbangan.

“Setiap desa kondisinya berbeda. Ada yang masih memiliki sumber air meskipun terbatas, tetapi ada juga yang sudah benar-benar kesulitan. Jadi distribusinya harus menyesuaikan kebutuhan,” ujarnya.

Warsiti juga meminta pemerintah memperbarui data masyarakat yang terdampak secara berkala. Pembaruan data dinilai penting agar jumlah dan lokasi pengiriman air dapat disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

Apalagi, wilayah yang mengalami krisis air bersih di Pati terus bertambah. Data terbaru mencatat sebanyak 62 desa yang tersebar di enam kecamatan terdampak kekeringan.

Di tengah meluasnya wilayah terdampak, keterbatasan armada distribusi juga menjadi perhatian. Per awal Oktober 2026, BPBD Pati disebut memiliki lima armada tangki air, sementara kebutuhan ideal diperkirakan mencapai 10 hingga 12 unit.

Warsiti menilai keterbatasan armada membuat pemerintah harus menerapkan skala prioritas dalam penyaluran bantuan.

“Kalau jumlah armadanya terbatas, tentu harus ada prioritas. Wilayah dengan kondisi paling parah harus didahulukan,” katanya.

Untuk memperluas jangkauan distribusi, ia mendorong pemerintah menggandeng lebih banyak unsur di luar pemerintahan. Perusahaan melalui program CSR, organisasi sosial, komunitas maupun kelompok masyarakat dinilai dapat ikut membantu memenuhi kebutuhan air warga.

Menurutnya, semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula kemampuan distribusi air kepada masyarakat terdampak.

“Kalau semakin banyak pihak yang ikut bergerak, beban pemerintah dalam distribusi bisa lebih ringan dan bantuan dapat menjangkau lebih banyak warga,” pungkasnya.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Fraksi PDIP Dorong PAD Pati Naik Tanpa Bebani Rakyat

7 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Komisi C Soroti Kualitas Paving Trotoar Panglima Sudirman

7 Oktober 2026 - 16:15 WIB

Camat Se-Pati Tak Hadiri Paripurna, Komisi A Soroti Absensi Serentak

7 Oktober 2026 - 15:59 WIB

DPRD Pati Siapkan Pembahasan Lanjutan RAPBD 2027, Masukan Fraksi Jadi Bahan Evaluasi

7 Oktober 2026 - 13:30 WIB

DPRD Pati Minta Jalan Penghubung Antarwilayah Jadi Prioritas Pembangunan

7 Oktober 2026 - 12:11 WIB

Trending di Advertorial