PATI, umbara.co.id – Ketersediaan lahan masih menjadi tantangan bagi sejumlah desa di Kabupaten Pati dalam merealisasikan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Kondisi itu menyebabkan beberapa koperasi dibangun di lokasi yang dinilai kurang strategis.
Anggota Komisi A DPRD Kabupaten Pati, Danu Ikhsan HC, mengatakan persoalan lahan merupakan kendala yang banyak dihadapi pemerintah desa. Akibatnya, desa sering kali harus memanfaatkan aset yang tersedia meskipun lokasinya berada jauh dari pusat permukiman.
Hal itu disampaikan politisi PDI Perjuangan tersebut saat ditemui di sela agenda Reses Tahap II yang digelar di daerah pemilihannya.
“Desa tentu ingin membangun koperasi di tempat yang strategis. Namun kenyataannya tidak semua desa memiliki lahan yang sesuai dengan kebutuhan program,” katanya.
Menurut Danu, kondisi tersebut membuat pemerintah desa berada dalam posisi yang cukup sulit. Di satu sisi mereka harus segera merealisasikan program KDMP, sementara di sisi lain pilihan lahan yang tersedia sangat terbatas.
Ia menilai pemerintah daerah perlu menyiapkan regulasi maupun petunjuk teknis yang dapat membantu desa mengatasi persoalan tersebut. Beberapa alternatif seperti kerja sama pemanfaatan lahan, hibah aset, hingga skema tukar menukar tanah dinilai bisa menjadi solusi.
“Kalau ada kebijakan yang lebih fleksibel, desa akan memiliki lebih banyak pilihan untuk menentukan lokasi yang benar-benar representatif bagi masyarakat,” ungkapnya.
Danu menambahkan, keberadaan KDMP harus dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi perekonomian desa. Karena itu, faktor lokasi perlu mendapat perhatian agar koperasi mampu berkembang dan menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
“Jangan sampai semangat membangun koperasi sudah tinggi, tetapi pemanfaatannya tidak maksimal karena akses masyarakat ke lokasi masih menjadi kendala. Ini yang harus dicari jalan keluarnya bersama,” tandasnya.
(ADV)














