PATI, umbara.co.id — Pengembangan ekonomi kreatif di Kabupaten Pati dinilai perlu diarahkan lebih luas dengan memanfaatkan beragam potensi kreativitas masyarakat. Tidak hanya menghasilkan produk fisik, sektor seni, budaya, serta berbagai layanan kreatif juga dinilai memiliki peluang untuk menjadi sumber pendapatan baru.
Anggota DPRD Pati sekaligus Ketua Komisi B, Muslihan, mengatakan ekonomi kreatif memiliki cakupan yang cukup luas. Menurutnya, kreativitas masyarakat dapat memiliki nilai ekonomi selama mendapat pengelolaan, pembinaan, dan akses pasar yang tepat.
“Ekonomi kreatif itu tidak sebatas barang. Ada karya seni, pertunjukan, maupun jasa yang semuanya bisa mempunyai nilai ekonomi jika dikelola dengan baik,” ujar Muslihan.
Ia menyebut kekayaan seni dan budaya lokal Pati dapat menjadi salah satu kekuatan yang dikembangkan. Kesenian tradisional, kerajinan, pertunjukan, serta kegiatan berbasis budaya dapat dikemas secara lebih kreatif agar mampu menarik minat masyarakat dan pasar yang lebih luas.
Menurut Muslihan, pengembangan ekonomi dari sektor budaya juga dapat membantu menjaga keberlangsungan kesenian daerah. Ketika pelaku seni memperoleh manfaat ekonomi dari karya yang dihasilkan, mereka akan memiliki ruang lebih besar untuk terus berkarya sekaligus mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
“Budaya daerah harus tetap berkembang dan tidak hilang. Kalau pelaku seni mendapatkan manfaat ekonomi, keberlangsungan kegiatan budaya juga akan semakin kuat,” katanya.
Muslihan mendorong pemerintah daerah menyediakan lebih banyak ruang bagi pelaku kreatif untuk memperkenalkan karya mereka. Berbagai agenda daerah, menurutnya, dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi sekaligus mempertemukan pelaku ekonomi kreatif dengan calon konsumen.
Selain bidang seni dan budaya, peluang juga terbuka pada sektor jasa kreatif. Fotografi, desain grafis, pembuatan konten, penyelenggaraan acara, hingga berbagai layanan berbasis kreativitas dinilai memiliki prospek, terutama bagi generasi muda.
Karena itu, ia menilai pembinaan terhadap anak muda perlu mencakup lebih dari sekadar kemampuan teknis. Mereka juga perlu mendapatkan pemahaman mengenai pemasaran, pengelolaan keuangan, pengembangan merek, serta pemanfaatan teknologi digital.
“Potensi dan ide kreatif anak muda sebenarnya banyak. Yang perlu diperkuat adalah bagaimana kemampuan tersebut bisa dikembangkan menjadi usaha yang mampu bertahan,” jelasnya.
Di era digital, Muslihan melihat peluang pemasaran produk dan jasa kreatif semakin terbuka. Platform digital dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mengenalkan karya mereka kepada konsumen di luar Pati tanpa sepenuhnya mengandalkan pola pemasaran konvensional.
Ia berharap pemerintah, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan generasi muda dapat membangun ekosistem yang saling mendukung. Dengan pengembangan yang terarah, sektor ekonomi kreatif diyakini mampu menjadi salah satu penggerak ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya Kabupaten Pati.
“Pati punya banyak potensi seni, budaya, dan kreativitas. Kalau ruangnya dibuka, pembinaannya diperkuat, dan pemasarannya diperluas, ekonomi kreatif bisa ikut memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” pungkasnya.
(ADV)














