PATI, umbara.co.id – Pengalaman menghadapi kemarau panjang di Kabupaten Pati dinilai perlu dijadikan pijakan untuk memperbaiki pola penanganan kekeringan pada tahun-tahun mendatang. Persoalan yang perlu dipersiapkan bukan hanya pemenuhan kebutuhan air, tetapi juga perlindungan terhadap kesehatan masyarakat di wilayah rawan kekeringan.
Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Pati, M Dyan Aulia Burhanudin atau Burhan, mengatakan langkah mitigasi seharusnya dipersiapkan sebelum musim kemarau tiba. Dengan persiapan lebih awal, pemerintah dapat merespons dampak kekeringan secara lebih terarah.
“Mitigasi harus dilakukan sejak awal. Jangan setiap tahun menunggu kemarau datang, baru kemudian memikirkan dampak yang akan dihadapi masyarakat,” ujar Burhan.
Prediksi BMKG mengenai puncak musim kemarau di sebagian besar wilayah Indonesia pada Agustus 2026 juga menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan. Selain persoalan kekurangan air, kondisi cuaca kering dapat membawa dampak terhadap kesehatan dan kualitas udara.
Burhan menilai pemerintah daerah perlu memiliki data wilayah yang berulang kali mengalami kekeringan. Pemetaan tersebut selanjutnya dapat dikaitkan dengan kebutuhan pelayanan kesehatan di masing-masing daerah.
“Kalau daerah yang rawan sudah terpetakan, langkah pelayanan bisa dipersiapkan lebih cepat. Mulai dari edukasi kepada masyarakat, kesiapan Puskesmas sampai pemantauan kondisi kesehatan warga,” jelasnya.
Menurutnya, penanganan kekeringan tidak bisa dilakukan oleh satu sektor saja. Koordinasi antara perangkat kesehatan, BPBD, pemerintah kecamatan dan desa, serta masyarakat perlu diperkuat agar setiap kebutuhan di lapangan dapat ditangani secara terpadu.
Ia juga mendorong adanya evaluasi rutin terhadap desa-desa yang hampir setiap tahun mengalami kekeringan. Hasil evaluasi tersebut dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah pencegahan maupun kebutuhan penanganan jangka panjang.
“Harapannya kita tidak hanya sibuk menyelesaikan persoalan saat kemarau berlangsung. Yang lebih penting adalah membangun sistem supaya masyarakat lebih siap menghadapi musim kemarau berikutnya,” pungkas Burhan.
(ADV)














