Menu ✖

Mode Gelap
Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB) Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Wakil Ketua DPRD Dorong Investasi Rp12,6 Triliun Perkuat Infrastruktur Penunjang Ekonomi Pati

Advertorial

Dugaan Keracunan Siswa, Hardi Minta Tata Kelola MBG Dibenahi

badge-check


					Dugaan Keracunan Siswa, Hardi Minta Tata Kelola MBG Dibenahi Perbesar

PATI, umbara.co.id – Dugaan keracunan yang dialami ratusan siswa setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong dinilai perlu ditangani melalui evaluasi lintas pihak. Wakil Ketua I DPRD Pati, Hardi, mendorong DPRD, Pemerintah Kabupaten Pati, serta pihak pelaksana MBG duduk bersama untuk mencari akar persoalan.

Hardi mengatakan kejadian tersebut tidak seharusnya menjadi tanggung jawab satu instansi saja. Persoalan keamanan makanan dalam program MBG berkaitan langsung dengan keselamatan siswa sekaligus keberlanjutan program yang memiliki cakupan nasional.

Menurutnya, evaluasi perlu dilakukan secara objektif dengan melihat seluruh tahapan pelaksanaan MBG. Mulai dari pengadaan bahan, proses pengolahan, penyimpanan, hingga distribusi makanan ke sekolah perlu diperiksa untuk mengetahui bagian mana yang perlu dibenahi.

“DPRD dan pemerintah daerah harus duduk bersama melihat persoalan ini secara objektif. Kita cari apa yang menjadi sumber masalahnya, kemudian perbaiki sistemnya. Jangan sampai masing-masing berjalan sendiri,” ujar Hardi.

Ia menilai koordinasi antarpihak menjadi kunci agar hasil pemeriksaan tidak berhenti sebatas rekomendasi. Setiap temuan dan langkah perbaikan harus diterapkan oleh penyedia MBG sehingga kejadian serupa dapat dicegah.

Selain evaluasi, Hardi meminta pemerintah daerah memberikan pembinaan dan pengawasan yang memadai kepada seluruh penyedia MBG. Standar keamanan pangan harus dipahami dan dijalankan secara konsisten oleh setiap pihak yang terlibat.

Menurutnya, keberadaan program MBG tetap penting karena bertujuan membantu memenuhi kebutuhan makanan sehat dan bergizi bagi anak-anak sekolah. Namun, pelaksanaannya harus terus diperbaiki agar manfaat yang diberikan tidak dibarengi dengan risiko terhadap kesehatan siswa.

“Yang kita harapkan tentu program ini terus berjalan, tetapi dengan sistem yang semakin baik dan semakin aman bagi siswa,” katanya.

Hardi berharap evaluasi bersama dapat menghasilkan perbaikan konkret dalam tata kelola MBG di Kabupaten Pati. Dengan pengawasan yang lebih kuat dan koordinasi yang baik, program tersebut diharapkan tetap berjalan sekaligus memberikan rasa aman bagi siswa dan orang tua.

(ADV)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisi D DPRD Pati Dorong Pengawasan SPPG Diperketat, Jangan Tunggu Ada Kasus

1 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Anggaran Infrastruktur Harus Tepat Sasaran, DPRD Pati Soroti Prioritas Pembangunan Jalan

1 Oktober 2026 - 15:25 WIB

Menata Ulang Koperasi Desa: Antara Ambisi Negara dan Kedaulatan Rakyat

30 September 2026 - 21:12 WIB

KPU KABUPATEN PESAWARAN GELAR RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH BERKELANJUTAN (PDPB)

30 September 2026 - 19:53 WIB

Investasi Masuk Pati, DPRD Tekankan Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja

30 September 2026 - 15:51 WIB

Trending di Advertorial