PATI, umbara.co.id — Komisi B DPRD Kabupaten Pati berencana melakukan peninjauan langsung untuk mengetahui penyebab produk unggas dan telur dari Jawa Timur lebih banyak terserap di pasar Pati dibandingkan hasil produksi peternak lokal.
Ketua Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PPP, Muslihan, mengatakan pihaknya perlu melihat kondisi sebenarnya sebelum menentukan langkah penanganan. Menurutnya, rendahnya daya serap produk lokal tidak bisa langsung dikaitkan dengan satu faktor tertentu.
“Kami belum melakukan sidak secara langsung. Nanti kami lakukan sidak supaya tahu kenapa menyerapnya di Jawa Timur,” ujar Muslihan.
Melalui kunjungan lapangan, DPRD akan menggali informasi dari berbagai pihak, mulai dari peternak hingga pelaku usaha yang selama ini menyerap produk unggas dan telur. Cara tersebut dinilai penting untuk mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan pasar dan pola distribusi yang berlangsung.
Muslihan menyebut persoalan daya saing peternak lokal kemungkinan memiliki sejumlah penyebab. Faktor harga memang perlu diperhatikan, tetapi kualitas, ketersediaan produk, hingga kemampuan memenuhi permintaan secara berkelanjutan juga perlu ditelusuri.
“Nanti kami cari dulu penyebabnya. Setelah kami terjun ke lapangan, baru bisa diketahui persoalan sebenarnya dan solusinya seperti apa,” katanya.
Hasil peninjauan nantinya akan menjadi bahan evaluasi Komisi B untuk dibahas bersama organisasi perangkat daerah maupun pihak terkait lainnya. DPRD ingin mengetahui sejauh mana peluang peternak Pati dalam memenuhi kebutuhan pasar di wilayahnya sendiri.
Selain mencari akar persoalan, langkah tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai mekanisme distribusi serta standar kebutuhan pembeli. Dengan demikian, upaya meningkatkan penyerapan produk lokal dapat dilakukan berdasarkan kondisi yang sebenarnya.
Muslihan menegaskan, Komisi B akan mengedepankan data dan temuan lapangan sebelum memberikan rekomendasi. Menurutnya, solusi yang tepat hanya dapat dirumuskan setelah persoalan utama diketahui secara jelas.
“Yang penting kita terjun dulu, kita lihat persoalannya apa. Dari situ baru kita cari solusinya,” pungkasnya.
(ADV)














