PATI, umbara.co.id – Ada alasan tersendiri bagi Jaza Khoerul Sofyan memberi perhatian terhadap pembangunan sumur bor di Desa Tanjungsekar, Kecamatan Puncakwangi. Wilayah tersebut merupakan bagian dari daerah pemilihannya, sehingga persoalan yang menyentuh kebutuhan masyarakat setempat menjadi bagian dari aspirasi yang perlu diperjuangkan.
Anggota Komisi C DPRD Pati dari Fraksi Golkar itu hadir dalam peresmian sumur bor yang dibangun Kodim 0718/Pati, Rabu (2/9/2026).
Di tengah musim kemarau, keberadaan sumber air baru tersebut dinilai memiliki arti penting. Masyarakat tidak hanya mendapatkan fasilitas fisik, tetapi juga akses yang lebih dekat terhadap salah satu kebutuhan paling mendasar dalam kehidupan sehari-hari.
Jaza mengatakan, pembangunan seperti itu menunjukkan bahwa aspirasi masyarakat di tingkat bawah perlu terus mendapat perhatian.
“Karena Pucakwangi masuk dalam dapil saya, tentu saya punya tanggung jawab moral untuk ikut mengawal kebutuhan masyarakat di wilayah ini. Air bersih adalah kebutuhan dasar, sehingga persoalan seperti ini tidak boleh dianggap sepele,” kata Jaza.
Menurutnya, persoalan air bersih kerap menjadi salah satu tantangan masyarakat di sejumlah wilayah ketika kemarau berlangsung. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian lintas sektor agar solusi yang diberikan tidak bersifat sementara.
Ia pun mendorong agar titik-titik yang mengalami kesulitan air dapat dipetakan dengan baik sehingga intervensi pemerintah maupun lembaga lainnya bisa diarahkan ke lokasi yang benar-benar membutuhkan.
“Harapannya bukan hanya Tanjungsekar. Kalau ada wilayah lain di Pucakwangi yang membutuhkan sumber air, data dan aspirasinya harus kita sampaikan. Dari DPRD tentu kami akan terus mendorong agar kebutuhan masyarakat seperti ini mendapat perhatian,” tuturnya.
Jaza menambahkan, pembangunan sumur bor juga menjadi contoh bahwa penyelesaian persoalan di daerah dapat dilakukan melalui kerja bersama.
Bagi masyarakat, lanjut dia, hasil pembangunan akan terasa ketika manfaatnya hadir langsung dalam kehidupan sehari-hari.
“Ukuran keberhasilan pembangunan itu sederhana, ketika masyarakat merasakan manfaatnya. Kalau warga lebih mudah mendapatkan air, itu sudah menjadi hasil yang sangat berarti,” pungkasnya.
(ADV)














