PATI, umbara.co.id — Sebuah partai politik tidak hanya berbicara tentang siapa yang memimpin hari ini. Jauh lebih penting adalah siapa yang disiapkan untuk meneruskan perjuangan di masa mendatang.
Bagi PKB Pati, regenerasi menjadi salah satu cara untuk memastikan roda organisasi tetap bergerak. Pergantian kepengurusan di tingkat kecamatan pun tidak dipandang sebagai akhir dari peran kader lama, melainkan sebagai ruang untuk menumbuhkan generasi baru.
Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Pati, Muhammadun, mengatakan kader senior dan kader muda seharusnya tidak ditempatkan dalam posisi berhadap-hadapan.
“Ketika pengurus lama digantikan oleh orang-orang muda, itu bukan berarti yang senior sudah tidak dibutuhkan. Justru pengalaman para senior menjadi bekal bagi kader muda untuk melanjutkan perjuangan PKB,” ujar Muhammadun.
Menurut dia, proses regenerasi akan kehilangan makna apabila hanya berhenti pada pergantian nama dalam struktur organisasi. Kader baru harus mendapatkan pendampingan agar memiliki pemahaman politik sekaligus kemampuan membaca persoalan masyarakat.
PKB Pati sendiri tengah melakukan penyegaran kepengurusan di tingkat anak cabang. Proses tersebut mencakup 21 DPAC yang tersebar di seluruh kecamatan dan diarahkan untuk membentuk kepengurusan masa bakti 2026–2031. Tahapan tersebut sebelumnya juga didahului uji kompetensi dan kelayakan calon ketua PAC.
Muhammadun menilai proses tersebut merupakan bagian dari investasi politik jangka panjang.
“Kader muda harus diberi kesempatan untuk belajar dan mengambil tanggung jawab. Tetapi mereka juga membutuhkan senior sebagai tempat bertanya dan belajar dari pengalaman,” katanya.
Ia berharap regenerasi tersebut pada akhirnya tidak hanya memperkuat PKB sebagai organisasi politik, tetapi juga memperkuat kualitas demokrasi di tingkat lokal.
Sebab, semakin banyak kader yang memahami persoalan masyarakat, semakin besar pula peluang aspirasi warga dibawa ke ruang pengambilan kebijakan.
“PKB harus terus melahirkan kader yang tumbuh bersama masyarakat. Dari desa, kecamatan, kabupaten hingga tingkat nasional, kader harus mampu hadir mencari solusi,” pungkasnya.
(ADV)














