PATI, umbara.co.id – Musim kemarau membuat sebagian petani di wilayah selatan dan timur Kabupaten Pati mengubah pola tanam. Tanaman tembakau menjadi pilihan ketika lahan persawahan tidak lagi mendapatkan pasokan air yang cukup.
Ketua Komisi B DPRD Pati dari Fraksi PPP, Muslihan, mengatakan kondisi tersebut banyak terjadi di Kecamatan Winong, Jakenan, Pucakwangi, dan Batangan.
Menurutnya, petani harus beradaptasi dengan kondisi alam agar lahan pertanian tetap produktif meski ketersediaan air terbatas.
“Ketika air tidak mencukupi untuk tanaman padi, petani tentu harus mencari komoditas yang lebih sesuai dengan kondisi kemarau. Tembakau menjadi salah satu pilihan yang dianggap lebih memungkinkan,” ujar Muslihan.
Ia menilai perubahan pola tanam tersebut harus menjadi perhatian pemerintah daerah. Jangan sampai petani hanya dibiarkan beradaptasi sendiri tanpa dukungan teknis maupun kebijakan.
Muslihan mendorong Dinas Pertanian memberikan pendampingan kepada petani yang beralih menanam tembakau, termasuk dalam persoalan bibit, pemeliharaan tanaman hingga pemasaran hasil panen.
“Pemerintah harus hadir dari hulu sampai hilir. Petani membutuhkan pendampingan agar perubahan komoditas ini benar-benar memberikan manfaat ekonomi,” katanya.
Ia menambahkan, persoalan kekurangan air juga harus menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat ketahanan sektor pertanian Pati menghadapi musim kemarau.
(ADV)














