PATI, umbara.co.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memastikan penanganan dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Gembong tidak berhenti pada perawatan para korban. Menyusul ditetapkannya kejadian tersebut sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), pemerintah daerah turut mengawal proses investigasi untuk mengetahui penyebabnya.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, mengatakan saat ini Pemkab masih melakukan sinkronisasi data korban sekaligus memperkuat koordinasi dengan pihak-pihak terkait.
Langkah tersebut dilakukan agar setiap perkembangan kondisi korban dapat terpantau dan proses pencarian penyebab kejadian dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami akan terus mengawal proses investigasi dan bersama pihak terkait melakukan evaluasi terhadap proses distribusi serta keamanan pangan, dengan tetap menunggu hasil investigasi resmi,” ujar Chandra.
Ia menegaskan Pemkab Pati tidak akan berspekulasi maupun menetapkan penyebab kejadian sebelum hasil pemeriksaan resmi keluar. Evaluasi nantinya melibatkan sejumlah instansi, mulai dari Dinas Kesehatan, rumah sakit, sekolah, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga Badan Gizi Nasional (BGN).
Di tengah proses investigasi, keselamatan dan kondisi kesehatan korban tetap menjadi perhatian utama. Pemkab Pati memastikan seluruh biaya pengobatan bagi korban akan ditanggung pemerintah daerah.
“Tadi saya juga video call para korban dan memastikan kondisi terkini mereka serta menyampaikan bahwa seluruh pengobatan akan ditanggung oleh Pemkab,” katanya.
Hingga Kamis (10/9/2026) dini hari, sekitar 45 siswa dari SMP Negeri 1 Gembong dan MTs Negeri 3 Pati masih menjalani perawatan di RSUD RAA Soewondo Pati dan Rumah Sakit Mitra Bangsa.
Pemantauan juga diberikan kepada korban yang tidak menjalani rawat inap. Pemkab mengerahkan tenaga kesehatan untuk memastikan kondisi mereka tetap terpantau, termasuk dengan melakukan kunjungan langsung ke rumah siswa yang masih mengalami keluhan.
“Misalkan ada yang masih sakit, kita minta tenaga kesehatan untuk datang ke rumah siswa-siswa tadi,” jelasnya.
Chandra juga menyampaikan permintaan maaf kepada para orang tua siswa serta masyarakat Kabupaten Pati atas kejadian tersebut. Ia memastikan pemerintah daerah akan terus berupaya mempercepat penanganan dan memastikan kebutuhan pengobatan para korban terpenuhi.
“Sekali lagi mohon maaf kepada orang tua murid, kepada masyarakat Kabupaten Pati, kami akan terus berupaya masalah ini bisa tertangani dengan segera dan masalah pengobatan semua ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten Pati,” tegasnya.
Pemkab Pati berharap hasil investigasi dapat mengungkap secara jelas penyebab kejadian. Temuan tersebut nantinya akan menjadi dasar evaluasi untuk memperkuat pengawasan keamanan pangan sekaligus memperbaiki proses distribusi MBG agar kejadian serupa tidak terulang.
(ADV)














