Menu

Mode Gelap
DPC GMNI Pati Sukses Gelar Bagi Takjil dan Sarasehan Lintas Kampus, Hadirkan Tokoh Alumni Lubang Menganga di Jalan Tlogowungu–Bapoh, DPUTR Pati Siapkan Perbaikan Divonis 6 Bulan dengan Masa Pengawasan, Botok dan Pak RW Langsung Bebas dari Tahanan Putri Gus Dur Pantau Sidang Vonis Pentolan AMPB di Pati Ratusan Massa AMPB Kawal Sidang Vonis Botok dan Pak RW di PN Pati Hujan Deras Picu Tanggul Sungai Widodaren Jebol, Sawah Warga Tergenang

Berita

Polresta Pati dan Pemkab Larang Penggunaan “Sound Horeg”, Tegas Demi Ketertiban Umum

badge-check


					Polresta Pati dan Pemkab Larang Penggunaan “Sound Horeg”, Tegas Demi Ketertiban Umum Perbesar

Pati — Fenomena penggunaan “sound horeg” atau sistem tata suara berkekuatan tinggi yang kerap menimbulkan gangguan ketertiban umum, kini menuai penolakan tegas dari berbagai pihak di Kabupaten Pati. Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pati bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan TNI secara resmi melarang penggunaan sound horeg dalam setiap bentuk kegiatan masyarakat.

Kapolresta Pati, AKBP Jaka Wahyudi, menyatakan bahwa pelarangan ini merupakan respons atas maraknya keluhan dan aduan masyarakat mengenai dampak negatif dari penggunaan sound horeg.

“Kami dari kepolisian sudah mengeluarkan surat edaran terkait sound horeg, dengan larangan penggunaan dalam kegiatan masyarakat apa pun bentuknya,” tegas AKBP Jaka Wahyudi dalam keterangannya kepada awak media, Senin (26/05), usai kegiatan doorstop.

Menurutnya, laporan gangguan ketertiban akibat suara bising dari sound horeg telah mencapai tingkat yang mengkhawatirkan dan memerlukan tindakan tegas dari aparat. Surat edaran tersebut telah disosialisasikan secara menyeluruh ke seluruh jajaran Polsek di wilayah hukum Polresta Pati.

Tak hanya itu, Polresta Pati juga menegaskan tidak akan menerbitkan izin untuk kegiatan masyarakat yang menyertakan penggunaan sound horeg. Langkah ini juga mendapatkan dukungan penuh dari Pemkab Pati dan TNI, yang bersama-sama menunjukkan komitmen menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan nyaman bagi masyarakat.

Bupati Pati juga telah menerbitkan surat larangan serupa, sebagai bentuk sinergi antara instansi dalam menjaga ketertiban umum. Upaya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat kini menjadi prioritas utama, guna membangun kesadaran kolektif akan dampak negatif penggunaan sound horeg.

“Pertama harus kita kasih edukasi, dari edukasi masyarakat akan paham,” ujar Kapolresta.

Ia menambahkan bahwa apabila setelah edukasi masyarakat masih nekat melanggar larangan, maka penegakan hukum akan diberlakukan. Termasuk sanksi tilang bagi kendaraan yang menggunakan sound horeg dengan intensitas suara melebihi batas wajar, serupa dengan penindakan terhadap knalpot brong.

Polresta Pati juga mengimbau masyarakat agar melaporkan setiap temuan penggunaan sound horeg kepada kepolisian terdekat atau melalui layanan call center 110.

Langkah ini diharapkan dapat menciptakan suasana yang lebih tertib, kondusif, dan nyaman bagi seluruh warga Pati.

(Humas Polresta Pati)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DPC GMNI Pati Sukses Gelar Bagi Takjil dan Sarasehan Lintas Kampus, Hadirkan Tokoh Alumni

6 Maret 2026 - 17:01 WIB

Lubang Menganga di Jalan Tlogowungu–Bapoh, DPUTR Pati Siapkan Perbaikan

6 Maret 2026 - 01:51 WIB

Putri Gus Dur Pantau Sidang Vonis Pentolan AMPB di Pati

5 Maret 2026 - 22:18 WIB

Ratusan Massa AMPB Kawal Sidang Vonis Botok dan Pak RW di PN Pati

5 Maret 2026 - 22:13 WIB

Hujan Deras Picu Tanggul Sungai Widodaren Jebol, Sawah Warga Tergenang

5 Maret 2026 - 01:54 WIB

Trending di Advertorial