PATI – umbara.co.id – Rencana renovasi Alun-Alun Kembangjoyo dinilai perlu diikuti dengan konsep pengelolaan yang matang agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.
Ketua Komisi C DPRD Pati Joni Kurnianto menilai pembangunan kawasan tersebut seharusnya tidak sebatas memperbarui tampilan fisik. Lebih dari itu, Kembangjoyo perlu dipersiapkan sebagai ruang publik yang mampu menampung berbagai aktivitas masyarakat.
Menurut Joni, dukungan anggaran dari pemerintah pusat harus dimanfaatkan secara optimal. Setelah pembangunan selesai, pemerintah daerah juga perlu memastikan kawasan tetap terawat dan memiliki aktivitas yang berkelanjutan.
“Kalau nanti mendapat dukungan anggaran, pembangunannya harus benar-benar dimanfaatkan. Jangan sampai setelah selesai justru kembali sepi karena tidak ada konsep pengelolaannya,” ujarnya.
Ia mengatakan keberadaan agenda rutin, kegiatan komunitas, ruang kreativitas, aktivitas UMKM hingga penataan PKL dapat menjadi bagian dari strategi menghidupkan Kembangjoyo.
Joni menegaskan keberhasilan renovasi tidak cukup hanya diukur dari kondisi bangunan yang lebih bagus. Kawasan tersebut harus mampu menciptakan aktivitas yang membuat masyarakat tertarik untuk datang dan berinteraksi.
“Pembangunan fisik itu baru awal. Setelahnya yang penting bagaimana kawasan ini terus hidup, ekonomi masyarakat bergerak dan warga merasa memiliki,” katanya.
Ia juga mendorong agar pengelolaan Kembangjoyo melibatkan berbagai unsur masyarakat. Dengan demikian, kebutuhan pengunjung, pelaku usaha, komunitas maupun kelompok masyarakat lainnya dapat diakomodasi secara seimbang.
“Kalau Kembangjoyo bisa menjadi ruang publik yang aktif, tertata dan nyaman, manfaatnya akan jauh lebih besar. Ekonomi rakyat tumbuh, kegiatan masyarakat berkembang dan kawasan ini menjadi bagian penting dari kehidupan warga Pati,” pungkas Joni.
(ADV)














