PATI, umbara.co.id — Rencana revitalisasi trotoar di Jalan Panglima Sudirman Kabupaten Pati dinilai perlu dipersiapkan secara menyeluruh. DPRD Kabupaten Pati mengingatkan agar perhatian pemerintah daerah tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga mencakup pengelolaan kawasan setelah proyek selesai.
Anggota Komisi C DPRD Kabupaten Pati dari Fraksi PDI Perjuangan, Suyono, mengatakan aspek pemeliharaan dan pemanfaatan fasilitas perlu dipikirkan sejak awal perencanaan. Menurutnya, keberadaan trotoar yang telah dibangun dengan anggaran pemerintah harus dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
“Yang sering menjadi persoalan bukan hanya membangun, tetapi bagaimana setelah selesai itu dirawat dan digunakan. Ini harus dipikirkan dari sekarang,” ujar Suyono.
Ia menilai tanpa sistem pemeliharaan yang jelas, fasilitas publik berpotensi mengalami penurunan kualitas dalam waktu relatif cepat. Karena itu, perlu ada pembagian peran yang terukur antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga kawasan pedestrian tersebut.
“Kalau sudah bagus, jangan kemudian beberapa bulan atau tahun rusak karena tidak ada pemeliharaan. Harus ada sistem pengelolaan yang jelas,” katanya.
Selain perawatan fisik, Suyono menyoroti aktivitas yang nantinya berlangsung di sekitar trotoar. Penataan parkir, keberadaan pedagang, kebersihan hingga penggunaan ruang publik perlu diatur agar tidak mengurangi fungsi utama kawasan pedestrian.
Menurutnya, berbagai kepentingan tersebut sebenarnya dapat berjalan bersamaan apabila pemerintah menyiapkan aturan dan pola pengelolaan yang jelas.
“Semua harus ada aturannya. Pedagang bisa diberikan ruang, pejalan kaki tetap mendapatkan haknya, kendaraan juga diatur. Jadi semuanya berjalan beriringan,” jelasnya.
Suyono berharap revitalisasi Jalan Panglima Sudirman tidak sekadar menghadirkan perubahan pada tampilan kawasan pusat kota. Lebih dari itu, fasilitas yang dibangun diharapkan mampu meningkatkan kenyamanan masyarakat dan tetap terjaga dalam jangka panjang.
Ia menilai perencanaan yang matang perlu diikuti konsistensi dalam pengelolaan agar tujuan revitalisasi dapat tercapai.
“Kalau perencanaannya matang dan pengelolaannya konsisten, saya kira manfaatnya bisa dirasakan masyarakat dalam waktu yang panjang,” pungkas Suyono.
(ADV)














